• Senin, 8 Agustus 2022

BREAKING NEWS: Sejumlah Warga di Mempawah Dapat Sertifikat Vaksin Covid-19 Tanpa Disuntik

- Selasa, 15 Maret 2022 | 22:50 WIB
IMG-20220315-WA0054
IMG-20220315-WA0054

MEMPAWAH, insidepontianak.com -Sejumlah warga di Desa Kuala Secapah, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalbar, mengaku dapat sertifikat vaksin Covid-19 dari oknum perangkat desa tanpa disuntik.
Setelah dicek dengan aplikasi Peduli Lindungi, sertifikat tersebut terdaftar secara resmi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang bersangkutan.

"Saat itu saya didatangi oleh Kepala Dusun, dia menanyakan apakah saya sudah divaksin atau belum, saya bilang belum karena takut disuntik. Dia minta KTP saya dan dicatatnya. Dia bilang kalau bisa dibuatkan sertifikat vaksin syukur, kalau tidak bisa tak apalah," katanya warga Desa Kuala Secapah berinisial M, Selasa (15/3/2022).

Menurut M, oknum Kepala Dusun tersebut tidak meminta uang sepeserpun. Semuanya gratis, bahkan dia yang datang sendiri mengantarkan sertifikat vaksin tersebut satu bulan setelahnya.

"Semuanya gratis. Dia mengantar sendiri sertifikat vaksin kerumah saya. Sekitar sebulan sejak dia minta KTP, baru jadi sertifikatnya," katanya.

M mengatakan, selain dia, tetangganya juga banyak yang dibuatkan sertifikat vaksin Covid-19 tanpa disuntik. Kendati demikian, dia tak tahu jika perbuatan itu berpotensi melanggar hukum akibat pemalsuan.

"Di sekitar sini banyak yang dibuatkan sertifikat vaksin tanpa disuntik. Tetangga saya juga ada dapat. Saya sih tidak tahu jika ini melanggar hukum, karena saya tidak ragu sama sekali, lagipula yang membuat ini perangkat desa. Saya coba cek di aplikasi Peduli Lindungi juga terdaftar di sana," katanya.

Warga lainnya berinisial A mengaku hal serupa. Dia dibuatkan sertifikat vaksin Covid-19 oleh seorang calon anggota Badan Pemusyawaratan Desa (BPD), dengan balasan harus mencoblos dia dalam kontestasi Pemilihan BPD 9 Maret 2021. Sejak awal A memang tidak mau disuntik vaksin.

"Saya dijanjikan bikin sertifikat vaksin. Saya dari awal memang tidak mau disuntik. Dia bilang kalau nyoblos dia, dapat sertifikat vaksin ini. Dia calon anggota BPD," katanya.

A kemudian menyerahkan KTP dan nomor hp kepada oknum calon anggota BPD tersebut. Selang sepekan, sertifikat vaksin sudah jadi. Sudah dicek, sertifikat itu terdaftar di aplikasi Peduli Lindungi sesuai nomor NIK miliknya.

Selain A, banyak warga Desa Kuala Secapah lainnya yang dibuatkan sertifikat vaksin dengan modus serupa. Harus mencoblos oknum tersebut sebagai anggota BPD.

"Saya cuma dimintai KTP dan nomor hp, tidak pakai uang. Sekitar satu mingguan dapat sertifikat vaksin. Tidak saya tanya lagi itu dari mana asalnya, saya juga tidak tahu jika perbuatan ini ternyata melanggar hukum. Setahu saya ada banyak warga sini yang dibuatkan sertifikat vaksin Covid-19 tanpa disuntik," ungkapnya.

Sementara tokoh masyarakat di Dusun Kabo, Desa Kuala Secapah, Nursiah, meminta kepolisian segera mengusut siapa pelaku manipulasi sertifikat vaksin Covid-19 tersebut. Apalagi sertifikat vaksin tanpa suntik itu sampai dijadikan alat kampanye dalam pemilihan anggota BPD.

"Saya menduga ada juga calon anggota BPD yang menggunakan sertifikat vaksin Covid-19 tanpa disuntik ini. Saya harap ini segera diproses oleh kepolisian jika terbukti melanggar hukum. Disini kita bicara aturan, apalagi hal ini sangat mencoreng demokrasi di pemilihan BPD Kuala Secapah," pungkasnya. (Yak)

 

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Bupati Erlina Kukuhkan IPM Segedong

Jumat, 18 Maret 2022 | 18:00 WIB
X