• Rabu, 10 Agustus 2022

Ini Benar-benar Hujan Bahan Kimia Selamanya, Badai Bisa Berlangsung Selama Beberapa Dekade

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 07:35 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Baabullah Ternate, mengimbau masyarakat terutama di kawasan lereng gunung menyusul hujan lebat disertai angin kencang  (ANTARA/Abdul Fatah)
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Baabullah Ternate, mengimbau masyarakat terutama di kawasan lereng gunung menyusul hujan lebat disertai angin kencang (ANTARA/Abdul Fatah)

 

PONTIANAK, insidepontianak.com - Manusia memenuhi dunia dengan sampah, tetapi tidak semua sampah kita terlihat oleh mata manusia.

Sementara sampah plastik di pantai mudah dikenali, mikroplastik dan 'bahan kimia selamanya' telah merembes ke mana-mana tanpa kita sadari.

Kedua bentuk polusi itu sekarang ada di mana-mana di lingkungan, mereka jatuh bersama hujan. Tetapi sementara potensi ancaman mikro plastik menjadi topik diskusi rutin, beberapa peneliti berpendapat bahwa penyebaran senyawa sintetis persisten lainnya relatif diabaikan.

Baca Juga: Piala AFF U 16: Myanmar Harus Kerja Ekstra Lolos Semi Final Lawan Kamboja

Sebuah tim ilmuwan di Eropa sekarang khawatir kita telah melewati garis kritis. Mereka berpendapat bahwa keberadaan bahan kimia selamanya di hidrosfer kita pada nilai yang melebihi pedoman utama berarti kita telah memasuki ruang operasi yang tidak aman yang praktis tidak dapat kembali.

Peringatan itu muncul setelah kertas peringatan lain , yang berpendapat bahwa dunia telah melanggar batas planet yang aman untuk bahan kimia sintetis.

Mirip dengan mikroplastik, potensi efek kesehatan dari zat per dan polifluoroalkil (PFAS) yang tahan lama sebagian besar masih belum diketahui.

Sementara beberapa jenis PFAS terkait dengan efek yang berpotensi berbahaya, seperti kanker, penelitian yang ketat masih tertinggal dan ambang batas keamanan pemerintah di Amerika Serikat sebagian besar tidak ditegakkan.

Para peneliti di Eropa khawatir bahwa jika beberapa bahan kimia selamanya ternyata memiliki efek toksik di masa depan, itu sudah terlambat.

Halaman:

Editor: Muhlis Suhaeri

Sumber: sciencealert.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

OMG Sanggau Ajak Emak-emak Kurangi Plastik Belanja

Minggu, 24 Juli 2022 | 18:57 WIB

Bank Sampah di DKI Capai Tiga Ribu Titik

Selasa, 21 Juni 2022 | 21:43 WIB

Kualitas Udara Jakarta Masih Terburuk di Dunia

Senin, 20 Juni 2022 | 13:51 WIB
X