• Selasa, 28 Juni 2022

Saat Penduduk Asli Ekuador Lawan Keserakahan Perusahaan Tambang di Amazon

- Jumat, 24 Juni 2022 | 17:48 WIB
Seorang pengunjuk rasa menerima perawatan medis usai bentrok dengan pasukan keamanan dalam aksi protes kepada pemerintah, di Quito, Ekuador, 22 Juni 2022.  (ANTARA/Reuters/Santiago Arcos/as)
Seorang pengunjuk rasa menerima perawatan medis usai bentrok dengan pasukan keamanan dalam aksi protes kepada pemerintah, di Quito, Ekuador, 22 Juni 2022. (ANTARA/Reuters/Santiago Arcos/as)

MAKIUNANT, insidepontianak.com - Sebuah bus chiva berwarna cerah bergoyang-goyang, menggesek ranting pohon di kedua sisinya, ketika melewati jalan tanah yang sempit di pegunungan Cordillera del Condor, Amazon bagian selatan, Ekuador.

Wilayah itu terentang sekitar 150 km di sepanjang perbatasan Ekuador dengan Peru, terkenal akan kekayaan hayatinya, dan memiliki cadangan emas dan tembaga yang besar.

Logam-logam, emas dan perak, berharga itulah yang diperebutkan kedua negara selama setengah abad, hingga sebuah perjanjian perbatasan dicapai pada 1998, antara Ekuador dan Peru.

Baca Juga: Kasus Dugaan Penipuan Mantan Bupati Sambas Juliarti Diproses, Ditreskrimum Mulai Kordinasi ke Jaksa

Sekarang wilayah itu penuh dengan konflik, saat orang-orang suku Shuar berjuang melindungi tanah, hutan dan sungai mereka dari bisnis pertambangan emas dan perak di Ekuador yang menggurita.

Sejak 2019, Maikiuant, sebuah komunitas dari sekitar 50 keluarga Shuar, telah berusaha mencegah rencana Solaris Resources untuk membuka tambang tembaga di lokasi yang jaraknya hanya 7 km di Warints, komunitas Shuar lainnya.

Perusahaan Kanada itu telah membangun kamp permukiman dan mulai melakukan eksplorasi.

"Industri ini sangat mirip dengan industri lain yang telah menghancurkan dunia dengan aktivitas mereka," kata Josefina Tunki, ketua Masyarakat Arutam Shuar (PSHA) yang vokal menyuarakan penentangan terhadap pertambangan.

Baca Juga: FIFA Warning Aosiasi Bola India Segera Bentuk Pengurus Baru Berdasarkan Statuta Hindari Skorsing

Halaman:

Editor: Muhlis Suhaeri

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bank Sampah di DKI Capai Tiga Ribu Titik

Selasa, 21 Juni 2022 | 21:43 WIB

Kualitas Udara Jakarta Masih Terburuk di Dunia

Senin, 20 Juni 2022 | 13:51 WIB

BMKG Pantau 11 Titik Panas di Kaltim

Jumat, 10 Juni 2022 | 20:01 WIB
X