• Senin, 8 Agustus 2022

Ilmuwan Teliti Kaitan Alga Darah Salju dengan Perubahan Iklim

- Selasa, 21 Juni 2022 | 22:04 WIB
Peneliti Eric Marechal dari CEA memegang sampel alga Sanguina nivaloides yang juga disebut  (ANTARA/Reuters/Denis Balibouse/as)
Peneliti Eric Marechal dari CEA memegang sampel alga Sanguina nivaloides yang juga disebut (ANTARA/Reuters/Denis Balibouse/as)


CHAMONIX, insidepontianak.com - Sambil berdiri di atas lereng bersalju sekitar 2.500 meter di atas permukaan laut, ilmuwan Eric Marechal memegang sebuah tabung berisi alga atau ganggang merah tua yang dikenal sebagai "darah salju".

Fenomena "darah salju" mempercepat pencairan salju di Alpen yang membuat para ilmuwan khawatir.

"Alga ini berwarna hijau. Tetapi di salju, alga ini mengumpulkan sedikit pigmen seperti tabir surya untuk melindungi dirinya," kata ilmuwan Marechal, direktur penelitian di Pusat Nasional Penelitian Ilmiah di Grenoble, Prancis.

Baca Juga: Kaltim Catat 450 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Bersama anggota timnya, dia sedang mengumpulkan sampel untuk pengujian laboratorium.

Di dekat kakinya, sepetak salju merah terlihat berkilauan di bawah sinar matahari.

Alga tersebut dideskripsikan pertama kali oleh Aristoteles pada abad ketiga Sebelum Masehi, namun baru pada 2019 diidentifikasi secara formal dan diberi nama Latin Sanguina nivaloides.

Para ilmuwan kini berlomba memahaminya dengan lebih baik sebelum terlambat, karena volume salju berkurang akibat kenaikan suhu global yang melanda pegunungan Alpen.

Baca Juga: Sejak Diluncurkan Penjualan Daihatsu New Sirion Sudah 65 Persen dari Target

Ada dua alasan kenapa mempelajari alga itu, kata Marechal.

Halaman:

Editor: Muhlis Suhaeri

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

OMG Sanggau Ajak Emak-emak Kurangi Plastik Belanja

Minggu, 24 Juli 2022 | 18:57 WIB

Bank Sampah di DKI Capai Tiga Ribu Titik

Selasa, 21 Juni 2022 | 21:43 WIB

Kualitas Udara Jakarta Masih Terburuk di Dunia

Senin, 20 Juni 2022 | 13:51 WIB
X