• Senin, 27 Juni 2022

Perumahan Mega Lavender Diduga Berikan Pernyataan Palsu Saat Ajukan IMB

- Kamis, 15 April 2021 | 14:35 WIB
Perumahan Elite Mega Lavender Residience
Perumahan Elite Mega Lavender Residience

KUBU RAYA, insidepontianak.com – PT Mega Levender diduga memberikan pernyataan palsu saat mengajukan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kubu Raya.

Pasalnya, status tanah bersengketa di perumahan elite Desa Kapur itu, tak disebut. Pihak DPMTSP pun akhirnya kecolongan dengan mengeluarkan IMB.

"Pada saat dia mengajukan permohonan kita tidak tahu tanah sengketa. Pemohon membuat pernyataan tidak dalam sengketa. Itu yang kita pakai," kata Kepala DPMPTSP Kubu Raya, Maria Agustina, kepada Insidepontianak.com, Kamis (15/4/2021).

Selain pernyataan itu, DPMPTSP juga berpedoman pada data dan dokumen administrasi. Hingga akhirnya, IMB yang diajukan atas nama Bun Khai Hie keluar pada 22 Juli 2020.

"Setelah ribut-ribut, kami baru diketahui tanah tersebut dalam sengketa," katanya.

Seyogianya, IMB tidak dikeluarkan untuk tanah bersengketa. Kendati begitu, bukan hak kepemilikan atas bangunan dan lahan. Tapi legalitas pendirian bangunan.

Sementara ditanyai soal rencana pencabutan IMB, Maria tidak memberikan jawaban. Dia mengaku masih menunggu keputusan pengadilan.

"IMB ini dapat dicabut, jika ada hasil pengadilan secara tetap terhadap sertifikat yang bersangkutan," pungkasnya.

Terkait hal ini, pihak Mega Lavender enggan menjawab permintaan klarifikasi dari Insidepontianak.com. Sejumlah poin pertanyaan yang disampaikan melalui pesan singkat whatsapp, tidak digubris.

Kendati demikian, pekan lalu, Direktur Pemasaran PT Mega Lavender Jaya Raya, Felix Edbert sempat menjamin keamanan hukum terhadap lahan perumahan Mega Lavender Residence yang berlokasi di Desa Kapur itu.

Dia juga membantah keras tudingan Benny Irawan, yang mengaku sebagai ahli waris. Serta menyebut tanah tersebut bermasalah secara hukum.

"Tanah ini aman. Kami (developer) jamin 100 persen tanah ini bukan sengketa, bukan hak gadai, dan tidak masuk permasalahan hukum. Jika timbul masalah hukum kami bertanggung jawab," kata Felix Edbert. (andi)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

TMMD ke 113 di Desa Durian Selesai Lebih Cepat

Kamis, 9 Juni 2022 | 13:26 WIB
X