• Selasa, 28 Juni 2022

KPPAD Dampingi Pelaku Bawah Umur Kasus Asusila di Ketapang

- Jumat, 28 Mei 2021 | 17:09 WIB
IKUSTRas
IKUSTRas

KETAPANG, insidepontianak.com – Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Kabupaten Ketapang, akan memberikan pendampingan terhadap empat orang pelaku pelecehan dan pemerkosaan seorang gadis 18 tahun di Ketapang.

Pelaku berinisial  HA (15) dan RG (17) melakukan pemerkosaan. Kemudian pelaku berinisial MA (16) dan AS (17) melakukan pelecehan dengan meraba bagian sensitif korban. Korban merupakan pacar teman mereka.

Ketua KPPAD Ketapang, Harlisa menyebutkan, KPPAD sudah berkoordinasi dengan pihak terkait, diantaranya Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Pekerja Sosial (Peksos).

"Kita akan lakukan pendampingan selama proses ini hingga proses persidangan nanti," terangnya, Jumat (28/5/2021).

Harlisa melanjutkan, selain pendampingan selama proses hukum, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak sekolah. Agar tidak serta merta langsung memberhentikan para pelaku yang saat ini tersandung kasus hukum.

"Biasanya sekolah ketika ada murid berhadapan dengan hukum langsung memberhentikan, ini tidak boleh seperti itu. Anak-anak harus kita jaga psikologisnya jangan sampai keputusan sekolah semakin membuat mereka tertekan, makanya kami akan berkoordinasi dengan pihak sekolah agar tidak memberhentikan mereka," pintnya.

Harlisa berharap, agar keluarga para pelaku turut memberikan dukungan moril lantaran pada saat ini pelaku yang merupakan anak di bawah umur memerlukakan dukungan, terlepas dari perbuatan mereka.

"Kepada masyarakat kita harap untuk minimal tidak membully para pelaku karena mereka masih anak-anak yang perlu dukungan, bukan bullyan yang malah akan semakin memperburuk psikologis mereka," harapnya.

Sebelumnya, keempat pelaku ini bertindak tak senonoh terhadap SEL, gadis 18 tahun yang merupakan pacar teman mereka.

Pelaku HA (15) dan RG (17) melakukan pemerkosaan. Kemudian pelaku MA (16) dan AS (17) melakukan pelecehan dengan meraba bagian sensitif korban.

Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Primastya menjelaskan kronologi peristiwa yang terjadi di salah satu rumah pelaku di Kecamatan Delta Pawan, pada Selasa (25/5/2021) sekitar pukul 15.30 WIB.

“Berdasarkan keterangan korban, pada hari itu MR yang merupakan pacar korban, mengirim pesan melalui aplikasi WA untuk mengajak korban jalan-jalan. Namun korban malah dibawa ke rumah pelaku RG,” jelas Primastya, Jumat (28/5/2021).

Sesampainya di rumah pelaku RG, korban berhubungan badan dengan MR. Setelah itu, MR keluar kamar dan meninggalkan korban sendirian. Tak lama berselang, empat pelaku yaitu MA, HA, AS dan RG datang ke rumah tersebut dan melihat korban di dalam kamar tanpa busana.

"Kedua pelaku HA dan RG masuk kamar dan menyetubuhi korban secara paksa. Sedangkan pelaku AS dan MA hanya memegang serta meraba bagian dada dan kaki korban. Atas kejadian ini korban melaporkan ke Polres Ketapang," paparnya.

Primastya menegaskan, empat pelaku kini sudah ditangkap. Pelaku HA dan RG terancam dengan Pasal 285 KUHP tentang persetubuhan secara paksa dan dengan cara mengancam dan disertai perbuatan cabul dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Sedangkan pelaku AS dan MA diancam dengan Pasal 286 KUHP yaitu tentang perbuatan cabul dengan ancaman maksimal sembilan tahun penjara. (Fauzi)

 

Editor: Andriadi Perdana Putra

Tags

Terkini

X