• Rabu, 7 Desember 2022

DI, Tersangka Korupsi Terminal Bunut Hilir Kapuas Hulu Ditangkap Setelah Sekian Lama Kabur

- Sabtu, 2 April 2022 | 22:32 WIB
Tersangka Korupsi Pembangunan Terminal Bunut Hilir
Tersangka Korupsi Pembangunan Terminal Bunut Hilir

KAPUAS HULU, insidepontianak.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kapuas Hulu, kembali menangkap satu tersangka korupsi pembangunan Terminal Bunut Hilir, Sabtu (2/4/2022). Dia adalah DI. Sempat kabur dan menjadi buron.

Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu, Adi Rahmanto menyebut, DI selama ini tak pernah datang saat dipanggil untuk pemeriksaan. Ia selalu mangkir. Hingga kabur.

Namun, persembunyiannya akhirnya ditemukan. DI ditangkap oleh Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu, dibantu Polres Kapuas Hulu dan pihak dari Kejaksaan Tinggi Kalbar di suatu tempat di Kabupaten Kapuas Hulu.

Dalam kasus ini, DI berperan sebagai pelaksana lapangan kegiatan penimbunan tanah di lahan terminal Bunut Hilir Tahun Anggaran (TA) 2018.

"Tersangka DI, tidak pernah kooperatif dan melarikan diri, sehingga perlu dilakukan penangkapan secara paksa," kata Adi Rahmanto.

DI dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Tindak Pidana Korupsi.

Saat ini, tersangka DI, dititip di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Putussibau selama 20 hari ke depan. Adi menegaskan, berkas perkara DI secepatnya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Pontianak, agar segera disidangkan.

Sebagai mana diketahui, pekan lalu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kapuas Hulu, juga menangkap Kepala Bagian Humas (Kabag Humas) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kapuas Hulu, GM, sebagai tersangka korupsi pembangunan Terminal Bunut Hilir.

Pembangunan Terminal Bunut Hilir sendiri berlangsung pada tahun 2018. Anggaran pembangunannya senilai Rp1,69 miliar. Dengan masa kontrak pekerjaan selama 120 hari.

Dalam proyek ini, Kabag Humas Pemkab Kapuas Hulu, GM berperan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas Perhubungan Kapuas Hulu.

Kasus korupsi pembangunan Terminal Bunut Hilir, terbongkar karena proyek tersebut mangkrak. Pihak pelaksana tak mampu menyelesaikan pekerjaan sebagaimana yang telah ditetapkan dalam kontrak kerja.

Bahkan, penambahan waktu yang diberikan juga tak bisa menyelesaikan proyek tersebut. Pada Oktober 2019, Dinas Perhubungan Kapuas Hulu memutuskan kontrak pembangunan.

Dari sinilah, pihak Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu melakukan penyelidikan. Hasilnya, ditemukan dugaan penyimpangan anggaran.

Temuan itu pun menjadi dasar penanganan kasus ditingkatkan menjadi penyidikan. Sebanyak 27 orang diperiksa. Hasil audit BPK, menemukan adanya kerugian negara dalam pengerjaan pembangunan Terminal Bunut Hilir itu. Jumlahnya Rp316 juta.

Akhirnya, tiga orang pelaksana berinisial L, LS dan DI ditetapkan tersangka, pada Februari 2022. L dan LS koperatif. Sementara DI kabur pascaditetapkan tersangka.

L dan LS kini sudah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Pontianak. Sementara Kabag Humas Pemkab Kapuas Hulu GM masih dititip di Rutan Kelas II B Putussibau.

Adi Rahmanto menegaskan, Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu, sangat komitmen melakukan penegakan hukum tindak pidana korupsi. Siapapun yang terlibat akan diadili sesuai hukum yang berlaku.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X