• Rabu, 7 Desember 2022

Kabag Humas Setda Kapuas Hulu Ditetapkan Tersangka Korupsi Pembangunan Terminal Bunut Hilir

- Rabu, 30 Maret 2022 | 22:50 WIB
Kejari Kapuas Hulu
Kejari Kapuas Hulu

KAPUAS HULU, insidepontianak.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kapuas Hulu, menetapkan Kepala Bagian Humas (Kabag Humas) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kapuas Hulu, Gemiti, sebagai tersangka korupsi pembangunan Terminal Bunut Hilir.

Pembangunan Terminal Bunut Hilir sendiri berlangsung pada tahun 2018. Anggaran pembangunannya senilai Rp1,69 miliar. Dengan masa kontrak pekerjaan selama 120 hari.

Dalam proyek ini, Gemiti menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas Perhubungan Kapuas Hulu. Namun, di perjalanan pembangunan Terminal Bunut Hilir itu bermasalah.

Pihak pelaksana tak mampu menyelesaikan pekerjaan sebagaimana yang telah ditetapkan dalam kontrak kerja. Bahkan, penambahan waktu yang diberikan juga tak bisa menyelesaikan proyek tersebut.

Pada Oktober 2019, Dinas Perhubungan Kapuas Hulu memutuskan kontrak pembangunan Terminal Bunut Hilir. Dari sinilah, pihak Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu melakukan penyelidikan. Hasilnya, ditemukan dugaan penyimpangan anggaran.

Temuan itu pun menjadi dasar penanganan kasus ditingkatkan menjadi penyidikan. Sebanyak 27 orang diperiksa. Hasil audit BPK, menemukan adanya kerugian negara dalam pengerjaan pembangunan Terminal Bunut Hilir itu. Jumlahnya Rp316 juta.

Akhirnya, dua orang pelaksana berinisial L dan LS ditetapkan tersangka, pada Februari 2022. Keduanya kini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Pontianak.

Penyidikan kasus ini pun terus berlanjut. Hingga menjerat Kabag Humas Setda Kabupaten Kapuas Hulu, Gimiti sebagai tersangka. Dalam kasus ini, Gemiti berperan sebagai PPK.

Kasi Intelijen Kejari Kapuas Hulu, Adi Rahmanto, menyebut, tersangka Gimiti sudah dilakukan penahanan. Juga dititip di Rutan Kelas IIB Putussibau selama 20 hari ke depan, sebelum dipindahkan ke Rutan Pontianak, untuk menyusul kedua terdakwa S dan LS, yang saat ini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Pontianak.

"Tersangka Gimiti dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Tindak Pidana Korupsi," jelas Adi Rahmanto, Rabu (30/3/2022).

Dia memastikan, tersangka Gimiti akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Pontianak untuk disidangkan.

"Kami akan melakukan penuntutan semaksimal mungkin," katanya.

Adi Rahmanto menegaskan, Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu, sangat komitmen melakukan penegakan hukum tindak pidana korupsi. Siapapun yang terlibat akan diadili sesuai hukum yang berlaku. (Sigit).

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X