• Senin, 3 Oktober 2022

Desa Wisata Temajuk, Eksotik Pantai yang Indah, Dulunya Daerah Transmigrasi, Tempat Eks PKI Bersembunyi

- Rabu, 21 September 2022 | 10:50 WIB
Desa Wisata Temajuk, Paloh, Sambas, Kalbar (Muhlis Suhaeri)
Desa Wisata Temajuk, Paloh, Sambas, Kalbar (Muhlis Suhaeri)


Desa Wisata Temajuk merupakan wilayah di ujung barat dan utara, Kalimantan Barat.

Biasanya selama liburan Lebaran, ribuan orang berjubel di Desa Wisata Temajuk.

Mereka menempati losmen, rumah wisata, atau hotel di sana. Wilayah itu dinamis dan hidup. Sedinamis cengkok lagu atau dialek Bahasa Sambas. Yang mengalun dan mendayu, tapi bertenaga dan cepat.  

Desa Wisata Temajuk masuk wilayah Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.
Jarak tempuh dari Kota Pontianak menuju Kota Sambas, sekitar 225 kilometer. Berkendara sekitar 4 hingga 4,5 jam. Jalan cukup bagus.

Dari Kota Sambas menuju Temajuk, berjarak sekitar 171 kilometer, bisa ditempuh sekitar 3,5 hingga 4 jam. Melihat geliat Desa Wisata Temajuk, merupakan sesuatu yang memberikan secercah harapan.

Tapi siapa mengira, jauh sebelum Desa Wisata Temajuk dikenal para wisatawan, kawasan ini dulunya adalah daerah persembunyian Gerakan Rakyat Serawak/ Persatuan Rakyat Kalimantan Utara (PGRS/Paraku) atau eks PKI.

Dikutip koran Borneo Tribune, dengan judul " Keranda di Tanah Sempadan," terbit 10 Mei 2011,  dua orang saksi, bagaimana sejarah Desa Wisata Temajuk ini bermula. Mereka adalah Marjuni dan Hatta, kala itu keduanya dianggap warga sebagai tokoh masyarakat.

Pantai Teluk Atong Bahari, Desa Temajuk, Sambas. (Muhlis Suhaeri)
Pertimbangannya, selain telah banyak membantu ekonomi warga desa, mereka merupakan warga yang pertama kali tinggal di desa itu. Jauh sebelum desa masih berstatus pulau yang tak berpenghuni. 

Dulunya Desa Temajuk pada 1970an wilayah pernah menjadi tempat persembunyian Pasukan Gerakan Rakyat Serawak/ Persatuan Rakyat Kalimantan Utara (PGRS/Paraku) yang berusaha ditumpas militer Indonesia. PGRS/ Paraku adalah para pemberontak yang terkait konfrontasi dengan Malaysia.  

Kemudian tahun 1983 pemerintah pusat membuat program transmigrasi lokal. Tujuannya penempatan warga disana untuk kepentingan pertahanan wilayah NKRI.

Halaman:

Editor: Agus Wahyuni

Sumber: Insidepontianak.com, Borneo Tribune

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X