• Jumat, 2 Desember 2022

Peringati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional 2022, Ginting: Menuju Derajat Kesehatan Lebih Tinggi

- Selasa, 13 September 2022 | 16:36 WIB
Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional tahun 2022 digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sanggau dengan menggosok gigi bersama pelajar SDN 08 Kota Sanggau, Senin (12/09/2022)./Istimewa
Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional tahun 2022 digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sanggau dengan menggosok gigi bersama pelajar SDN 08 Kota Sanggau, Senin (12/09/2022)./Istimewa

SANGGAU, insidepontianak.com - Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional tahun 2022 digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sanggau dengan menggosok gigi bersama pelajar SDN 08 Kota Sanggau, Senin (12/09/2022).

"Kesehatan gigi tidak kalah pentingnya dengan kesehatan lainnya, karena gigi dan mulut juga merupakan salah satu organ yang vital, untuk menuju derajat kesehatan yang lebih tinggi," kata Kepala Dinkes Sanggau, Ginting.

Kadis Ginting mengatakan, tema kampanye Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional tahun 2022, seperti yang disampaikan Kementerian Kesehatan adalah ‘Jangan Tunggu Sakit Gigi, Pulih Bersama dengan Senyum Sehat Indonesia’.

Baca Juga: Kasus Korupsi Pengadaan Helikopter Angkut AW-101, KPK akan Panggil Mantan Kasau Agus Supriatna

“Kita melaksanakan gosok gigi bersama di SDN 08 Kabupaten Sanggau sekaligus memberikan edukasi terkait bagaimana cara menggosok gigi, memelihara kesehatan gigi, serta memberikan bingkisan berupa sikat gigi dan pasta gigi,” beber Ginting.

Ginting menyebut yang perlu ditekankan sekarang adalah bagaimana sejak dini perlu ditingkatkan memelihara gigi, agar gigi tetap selalu sehat.

“Jangan sampai terlambat, yaitu dengan menggosok gigi dengan cara yang baik dan benar, setidaknya dua kali sehari, setelah makan dan malam sebelum tidur dan juga memeriksakan kesehatan gigi secara rutin ke fasilitas pemerintah,” terang Ginting.

Dinkes Sanggau juga menggalakkan program Upaya Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS), setiap sekolah akan dibentuk tim terdiri dari guru dan siswa untuk memantau kesehatan gigi para siswa.

“Kemudian dari Puskesmas setempat melaksanakan komunikasi dan edukasi terhadap kesehatan gigi mereka. Jadi wadahnya kalau di sekolah dalam bentuk UKGS,” jelas Ginting.

Ginting mengakui, Kabupaten Sanggau masih sangat kurang dalam hal tenaga kesehan gigi. Jika merujuk ke rasio World Healt Organization (WHO) 1 : 7500. Artinya satu dokter gigi melayani 7500 orang.

“Tapi kita di sini , satu dokter gigi bisa melayani 75.000 orang. Artinya jumlah masih jauh dari kurang,” ungkap Ginting.

Halaman:

Editor: Wati Susilawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPRD Sanggau Sahkan APBD 2023 Sebesar Rp1,8 Triliun

Selasa, 29 November 2022 | 20:43 WIB

KPU Sanggau Tawarkan Opsi Penambahan Dapil Pileg 2024

Jumat, 25 November 2022 | 12:23 WIB

DPRD Sanggau Peringkat 4 KIBP se-Kalbar

Rabu, 23 November 2022 | 16:01 WIB

KORMI Sanggau Gelar Muskab, akan Pilih Ketua Umum

Selasa, 22 November 2022 | 14:00 WIB
X