• Rabu, 7 Desember 2022

Ketua Presidium PP PMKRI 2013-2015, Raih Gelar Doktor dari Kampus UNJ

- Jumat, 2 September 2022 | 22:43 WIB
Dr. Lidya Natalia Sartono, S. Pd., M. Pd Ketua Presidium PP PMKRI 2013-2015., Dosen di Universitas Indraprasta PGRI Jakarta. (Istimewa)
Dr. Lidya Natalia Sartono, S. Pd., M. Pd Ketua Presidium PP PMKRI 2013-2015., Dosen di Universitas Indraprasta PGRI Jakarta. (Istimewa)

JAKARTA, insidepontianak.com - Lidya Natalia Sartono, perempuan Dayak kelahiran Pala Hilir, 13 November 1988, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat sukses meraih gelar Doktoral Program Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam sidang terbuka promosi Doktoral yang berlangsung pada Rabu 31 Agustus 2022.

Lidya mengambil judul "Pengaruh Efikasi Diri, Employee Engagement, dan Komitmen Afektif Terhadap Kinerja Kepala Sekolah SDN Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat".

Mantan Ketua PMKRI Pusat periode 2013-2015 itu mengatakan, gelar yang diraihnya merupakan berkat atas proses dan kerja-kerasnya melewati segala lika liku perjalanan hidupnya selama di Jakarta.

"Puji Syukur, akhirnya sudah bisa melawati masa studi S3 di Universitas Negeri Jakarta, tidaklah mudah menyelesaikannya, apalagi ini tidak melalui jalur beasiswa. Perjalanan penuh drama, penuh air mata, jatuh bangun, ditinggal, diabaikan, semua warna sepertinya menjadi motiviasi dan menghiasai perjalanan hidup saya," katanya kepada media ini, Jumat (2/9/2022).

Baca Juga: Pemuda Kapuas Hulu Tagih Janji Gubernur Sutarmidji Mekarkan Kapuas Raya

Dia mengungkapkan, apa yang ia perjuangkan sebagai wujud terima kasihnya kepada orangtua dan semua yang telah mendukungnya dan persembahan kepada bangsa dan negara.

"S3 Ini, saya persembahkan terutama kepada Kedua orangtua saya yang begitu besar pengaruhnya dalam penyelesaian studi ini, juga  kepada keluarga besar saya. Selanjutnya, saya persembahkan untuk bangsa dan negara. semoga apa yang menjadi hasil analisis dalam penelitian saya, dapat mendorong dunia pendidikan, khususnya daerah perbatasan tertinggal dan terluar dan bagaimana para pendidik perlu diberi penguatan, keadilaan berdasarkan kebutuhan di ruang lingkup perjuangan di dunia Pendidikan," ujar Lidya.

Lidya juga menegaskan, ditengah maraknya pemerintah dalam menggalakan peranan pendidikan yang adil dan merata di Indonesia, seharusnya harus lebih serius untuk dimulai dari aspek hulu. Termasuk dalam pembahasan RUU Sisdiknas, harus mampu menjawab kebutuhan pendidikan baik dari aspek pendidik maupun yang di didik.

"Poin penting yang perlu diperhatikan oleh pemerintah adalah evaluasi kembali rencana penghapusan pengawas, karena daerah perbatasan tertinggal dan terluar masih memerlukan adanya peran pengawas," tegasnya.

Oleh karenanya dalam menunjang Peningkatan kinerja pendidikan di perbatasan yang dipusatkan pada kinerja Kepala Sekolah, dari hasil penelitiannya melahirkan suatu model dan strategi peningkatan kinerja kepala sekolah dari aspek Teori Efikasi Diri, Employee Engagement, Komitmen Afektif.

Halaman:

Editor: Andi Ridwansyah

Sumber: Rilis

Tags

Terkini

X