• Minggu, 25 September 2022

BPBD Sanggau Imbau Masyarakat Jangan Bakar Lahan secara Serentak

- Senin, 15 Agustus 2022 | 22:12 WIB
Foto udara kebakaran lahan yang terjadi di Kabupaten Sanggau pada Jumat, 12 Agustus 2022.  (BNPB Kalbar)
Foto udara kebakaran lahan yang terjadi di Kabupaten Sanggau pada Jumat, 12 Agustus 2022. (BNPB Kalbar)

SANGGAU, insidepontianak.com – Pemerintah daerah Sanggau">Kabupaten Sanggau melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Sanggau">Kabupaten Sanggau mengingatkan masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar secara serentak di waktu yang sama.

"Untuk menghindari bencana kabut asap kami meminta masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar, tolong dikoordinasikan dengan aparat setempat, atur jadwalnya jangan sampai dikerjakan dalam waktu yang sama," kata Kasi Pencegahan Bencana BPBD Sanggau">Kabupaten Sanggau, Kristian Hendro, Sabtu (13/8/2022).

Dikatakannya, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup Stasiun Sanggau">Kabupaten Sanggau, Indeks Standar Pencemaran Udara atau ISPU di Sanggau">Kabupaten Sanggau per Jumat tanggal 12 Agustus pukul 14.15 Wib berada dalam posisi sedang.

"Ini artinya, kualitas udara kita mulai tidak bagus, meskipun tingkat kualitas udara tidak memberi efek buruk bagi kesehatan manusia dan hewan, namun mempengaruhi tumbuhan yang sensitif, serta nilai estetika," terang Hendro.

Diungkapnya, jika kualitas udara tidak dikontrol dengan menjaga masyarakatnya untuk tidak membuka lahan secara serampangan, maka dikhawatirkan ISPU di Sanggau bisa mengarah ke tidak sehat atau sangat berbahaya.

"Nah, ini yang coba kita hindari. Makanya keterlibatan semua pihak, bukan hanya pemerintah dengan stakeholder terkait lainnya, juga yang tak kalah penting adalah melibatkan masyarakat dengan para tokoh masyakat untuk tidak membuka lahan dengan cara serampangan," bebernya.

Baca Juga: Banjir Di Kecamatan Balai, BPBD Sanggau Salurkan Bantuan 

Sementara itu berdasarkan release pada Sabtu 13 Agustus yang bersumber dari informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat disebutkan Sanggau">Kabupaten Sanggau ditemukan titik panas terbanyak di Kalimantan Barat sedikitnya 278 titik panas.

Sanggau memang terbanyak, tapi untuk sebaran di seluruh Kecamatan kami masih menunggu sebarannya,” ujar Hendro.

Hendro menerangkan, deteksi titik panas menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit Polar (NOAA20, S-NPP, TERRA dan AQUA) memberikan gambaran lokasi wilayah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan.

Halaman:

Editor: Haksoro

Sumber: Insidepontianak.com

Tags

Terkini

X