• Sabtu, 1 Oktober 2022

Lampaui Target Nasional, Angka Stunting di Kota Pontianak Turun Jadi 12,4 Persen

- Senin, 15 Agustus 2022 | 15:52 WIB
Foto bersama Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan beserta peserta sosialisasi Perwa Nomor 18 Tahun 2022 tentang Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting.
Foto bersama Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan beserta peserta sosialisasi Perwa Nomor 18 Tahun 2022 tentang Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting.

PONTIANAK, insidepontianak.com - Percepatan Pencegahan dan Penurunan angka Stunting (PPPS) di Kota Pontianak sudah memasuki babak baru. Hal itu dibuktikan dengan terbitnya Peraturan Wali Kota (Perwa) Kota Pontianak Nomor 18 Tahun 2022 tentang PPPS di Kota Pontianak.

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan berharap melalui terbitnya Perwa ini mampu menurunkan angka stunting di bawah 14 persen dari populasi sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

“Peraturan Kepala Daerah tentang PPPS ini bertujuan memberikan kepastian hukum yang dapat digunakan sebagai rujukan bagi perangkat daerah serta organisasi maupun kelompok masyarakat yang ingin melakukan kegiatan PPPS,” ungkap Bahasan usai memberikan sambutan, di Aula Rohana Muthalib Bappeda Kota Pontianak, Senin (15/8/2022).

Baca Juga: Wah Hebat, Kota Pontianak Ligat PSC 119: Tinggal Pencet, Layanan Darurat Siap Menjemput Kamu!

Kabar baik datang dari angka stunting balita dan prevalensi bayi di Kota Pontianak yang telah berada pada 12,4 persen. Apabila mengacu pada survey lokal ini, Bahasan mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak sudah menjalankan arahan Presiden lewat RPJMN 2020-2024.

“Kalau sudah 12,4 berarti Kota Pontianak aman dari stunting. Saya harap dengan terbitnya Perwa ini harus senantiasa jalin kolaborasi antar stakeholder, saling bahu-membahu supaya angka stunting turun. Bahkan hingga nol, tentu dengan kerja keras,” ucap Bahasan.

Bahasan juga mengimbau camat dan lurah untuk menyampaikan Perwa tentang PPPS dengan benar dan bijak kepada masyarakat agar dapat dipahami. Tujuannya tidak lain agar seluruh warga Kota Pontianak mengetahui arti pentingnya pencegahan stunting.

“Karena mungkin masih ada yang belum mengerti dengan baik apa itu stunting. Ada juga pengabaian dan penolakan,” tutup Bahasan.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Pontianak, Multi Juto Bhatarendro menjelaskan, bersamaan dengan terbitnya Perwa tentang PPPS tersebut, BKKBN juga telah mengeluarkan kebijakan bagi perangkat daerah untuk membuat Tim PPPS.

“Diperkuat dengan Tim Pendamping Keluarga, sekarang sedang bekerja secara maksimal di lapangan. Sekarang sedang ada pertemuan dan besok akan dievaluasi,” terang Multi Juto Bhatarendro.

Halaman:

Editor: Wati Susilawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X