• Sabtu, 1 Oktober 2022

Pertanyakan Antrian Solar yang Masih Terjadi, Fransiskus Ason Sentil Oknum Nakal?

- Senin, 15 Agustus 2022 | 15:16 WIB
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Fransiskus Ason./Inside Pontianak
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Fransiskus Ason./Inside Pontianak

SANGGAU, insidepontianak.com - Pemerintah Pusat resmi telah menambah usulan kuota solar subsidi sebesar dua juta kiloliter (kl) untuk tahun 2022 menjadi total 17 juta kl.

Penambahan solar tersebut diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat. Hal tersebut sejalan dengan tren pemulihan ekonomi nasional yang terus berlangsung.

Meski Pemerintah telah menambah kuota subsidi BBM jenis solar ini tak serta merta membuat antrian di seluruh SPBU tertib.Bahkan, antrian masih terlihat semberaut di Kabupaten Sanggau.

Baca Juga: Gudang Minyak di Jambi Terbakar, Asap Pekat Hitam Menggumpal di Udara, Mengerikan!

Hal tersebut menjadi pertanyaan Anggota DPRD Propinsi Kalimantan Barat, Fransiskus Ason.

"Kuota BBM khususnya jenis solar sudah ditambah oleh Pemerintah, tapi anehnya antrian panjang masih kita lihat di SPBU. Kita ingin mempertanyakan ada apa sebenarnya," kata Fransiskus Ason, Senin (15/8/2022).

Fransiskus Ason menduga, ada permainan yang menyebabkan sulitnya masyarakat mendapatkan solar subsidi.

"Itukan aneh ya, padahal kuota sudah ditambah. Kalau ditambahkan berartikan pemerintah sudah menghitung kebutuhan solar. Tapi kok masih ngantri," ungkap Fransiskus Ason.

Anggota DPRD Kalbar itu menyebut, kelangkaan juga dipicu disparitas atau perbedaan harga yang cukup jauh antara subsidi dengan non subsidi sehingga kesempatan tersebut dimanfaatkan oknum nakal untuk mencari keuntungan ditengah perbedaan harga tersebut.

"Saya berharaplah kepada pihak Pertamina berkoordinasi dengan aparat penegakan hukum untuk meningkatkan pengawasan pendistribusian dan melakukan penindakan tegas atas penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Solar," beber Fransiskus Ason.

Halaman:

Editor: Wati Susilawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X