• Sabtu, 1 Oktober 2022

ASPESI Kalbar Surati Gubernur Sutarmidji, Instruksi Presiden Harga TBS Rp2 Ribu Belum Dijalankan

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 14:26 WIB
Pekerja menurunkan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dari atas mobil di Desa Lemo-Lemo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Sabtu (2/7/2022).  (Antara)
Pekerja menurunkan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dari atas mobil di Desa Lemo-Lemo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Sabtu (2/7/2022). (Antara)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pengurus Asosiasi Pekebun Kelapa Sawit Indonesia (ASPESI) Kalbar, Pdt Kolnatus Sugianto, mengatakan, saat ini harga tandan buah segar atau TBS di lapangan khususnya di wilayah Landak masih rendah.

Sama sekali tidak ada kenaikan yang signifikan, seperti berita-berita di daerah Sumatera.

Selain persoalan harga TBS belum merangkak naik, petani sawit di daerah juga dihadapkan dengan persoalan pupuk terlampau mahal, dan sedikit sekali petani yang bisa mengakses dan menikmati pupuk bersubsidi.

Baca Juga: Bikin Rusak Jalan, Bupati Satono Cegat Truk Muatan Sawit Melebihi Kapasitas 

Teguh Sucipto, petani sawit di Kubu Raya mengaku heran saat harga CPO nasional sudah di atas Rp9.000. Sementara harga TBS di Kalbar masih rendah. Bahkan masih di bawah Rp2.000.

Mestinya, harga TBS saat ini berada di angka 2.200 - 2.400 per kilogram.

Baca Juga: Jeruk Makan Jeruk, Pemuda di Pontianak Gadaikan Motor Sahabat, Alasannya Terdesak Kebutuhan Hidup

Ketua Asosiasi Pekebun Kelapa Sawit Indonesia (ASPESI) Kalbar, Agus Setiadi sudah menyurati Gubernur Kalbar agar segera membuat surat edaran tentang keharusan pabrik kelapa sawit (PKS) membeli TBS petani dengan harga minimal 2.000 per kilogram. Sesuai instruksi Presiden Joko Widodo disampaikan oleh Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas.

“Beberapa daerah lain di Sumatera bahkan sudah ada Gubernur dan Bupati yang telah mengeluarkan Surat Edaran menyambut perintah Bapak Presiden ini," ungkap Agus Setiadi.

Halaman:

Editor: Abdul Halikurrahman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X