• Senin, 3 Oktober 2022

Petani Sawit Ngeluh TBS Masih di Bawah Rp2 Ribu, Mendag Zulkifli Dinilai Tak Tepati Janji

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 13:11 WIB
Ilustrasi - Sejumlah petani memuat hasil panen TBS kelapa sawit di wilayah Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara. (Antara)
Ilustrasi - Sejumlah petani memuat hasil panen TBS kelapa sawit di wilayah Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara. (Antara)

PONTIANAK, insidepontianak.com - Petani sawit di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, menyebut intruksi Menteri Perdagangan atau Mendag Zulkifli Hasan yang meminta perusahan perkebunan membeli tandan buah segar atau TBS petani mitra maupun non mitra seharga Rp2 ribu tak sesuai kenyataan di lapangan.

Mendag Zulkifli Hasan dinilai tak tepati janji. Sebab, intruksi ini belum berpengaruh pada harga TBS yang petani jual. Perusahaan masih membeli harga di bawah standar.

Baca Juga: Kasus Kematian Brigadir J, Komnas HAM Temekan Indikasi Kuat Adanya Pelanggaran HAM

"Sampai sekarang, kami belum merasakan harga Rp2 ribu," kata M Hasim, seorang petani Swadaya di Kabupaten Landak, Kamis (11/8/2022).

M Hasim mengatakan, instruksi Mendak itu tak sesuai dengan harga TBS di lapangan. Sebab, pekan lalu harga TBS di PT Palma Bumi Lestari yang berlokasi di Desa Engkau Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak masih Rp1.150 rupiah.

Baca Juga: Mengkhawatirkan! Perdagangan Anak di Pontianak Lewat MiChat Kembali Marak

"Per kemarin 10 Agustus, harga sawit Rp1.300 rupiah," terangnya.

Sebelumnya, Menteri Zulkifli Hasan pada 3 Agustus lalu telah meminta pengusaha sawit di seluruh daerah, mulai pekan depan wajib TBS di atas harga Rp2 ribu per kilogram.

Harga TBS di atas Rp2 ribu per kilogram itu, berlaku untuk mitra maupun non-mitra perusahaan. Penekanan itu disampaikan Zulkifli Hasan setelah melalukan dialog dengan para petani sawit.

Halaman:

Editor: Abdul Halikurrahman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X