• Minggu, 25 September 2022

Puskesmas Pal 3 Kota Pontianak Buat Tape Ketan Mas untuk Layani Pasien Hipertensi dan Diabetes

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 18:06 WIB
Petugas Puskesmas Pal 3 tengah melakukan pemeriksaan kesehatan warga.
Petugas Puskesmas Pal 3 tengah melakukan pemeriksaan kesehatan warga.

PONTIANAK, insidepontianak.com - Dalam upaya meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan pasien hipertensi dan diabetes melitus, UPT Puskesmas Pal 3 menghadirkan inovasi Tape Ketan Mas (Temukan Penderita Kencing Manis dan Hipertensi di Masyarakat).

Pasalnya, adanya pandemi Covid-19 sempat menghambat pelayanan kesehatan tersebut. Namun kini, berkat Tape Ketan Mas yang diinisiasi tahun 2020, angkanya berangsur meningkat.

Dengan inovasi ini, pihaknya mencatat peningkatan cakupan indikator kinerja persentase warga negara Indonesia usia 15-59 tahun, usia 60 tahun ke atas, dan persentase penderita diabetes melitus, dan hipertensi yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar.

Baca Juga: Hasil Seleksi Komisioner Baznas, Burhanuddin: Tunggu Rekomendasi Pusat

"Ini ditunjukan dengan pencapaian di tahun 2020 secara berurutan 36.2 persen, 54.6 persen, 26.8 persen, 15.9 persen dan di 2021 yaitu 37.5 persen, 55.8 persen, 56.7 persen, dan 19.6 persen," jelas inovator Tape Ketan Mas, Rumiati, Rabu (10/8/2022).

Berdasarkan data, jumlah penderita diabetes melitus di wilayah UPT Puskesmas Pal Tiga tahun 2019 berjumlah 917 dan yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar berjumlah 475. Angkanya menurun di 2020 akibat pandemi yakni hanya 831, dan yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar berjumlah 223.

Sedangkan penderita hipertensi tahun 2019 berjumlah 11.142 dan yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar berjumlah 2.243. Tahun 2020 terdapat 10.098 penderita hipertensi dan yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar berjumlah 1.608.

Pandemi Covid-19 mengakibatkan masyarakat enggan memeriksakan kesehatannya ke Puskesmas.

Sementara hipertensi dan diabetes melitus merupakan penyakit silent killer, terkadang penderita tidak merasakan gejala, sehingga penderita tidak mengetahui kondisi kesehatannya jika tidak melakukan pemeriksaan kesehatan.

"Kondisi ini dapat mengakibatkan terjadinya komplikasi yang lebih berat seperti penyakit jantung koroner, stroke, gagal ginjal hingga kematian," jelas Ketua PJ UKM Puskesmas Pal Tiga ini.

Ditarik lebih dalam, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sudah menetapkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk mengatasi masalah ini.

Halaman:

Editor: Wati Susilawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X