• Senin, 3 Oktober 2022

Cakupan Program Prosesar Diperluas, Bupati Satono: Berobat di Puskesmas Kini Gratis

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 20:30 WIB
Bupati Sambas Satono saat meninjau IGD RSUD SAMBAS, Selasa (9/8/2022).  (Humas Pemkab Sambas)
Bupati Sambas Satono saat meninjau IGD RSUD SAMBAS, Selasa (9/8/2022). (Humas Pemkab Sambas)

SAMBAS, insidepontianak.com - Bupati Sambas Satono, meluncurkan perluasan Program Sehat Satono Rofi atau Prosesar agar cakupan program berobat gratis di Kelas III tersebut semakin besar.

Seremonial peluncuran Program Sehat Satono Rofi atau Prosesar tersebut dilakukan serentak dengan peresmian gedung baru IGD RSUD Sambas, Selasa (9/8/2022).

Bupati Satono mengatakan, dengan adanya perluasan program Prosesar tersebut pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat tidak mampu yang belum memiliki BPJS Kesehatan kini tidak hanya dapat dilakukan di rumah sakit milik daerah saja, tapi juga sudah bisa dilakukan di Puskesmas.

"Sejak diluncurkan Selasa 17 Agustus 2021 lalu, Program Sehat Satono Rofi atau Prosesar yang merupakan salah satu visi misi Bupati dan Wakil Bupati Sambas ini sudah banyak melayani masyarakat, terutama bagi yang kurang mampu. Hari ini kita kembali meluncurkan perluasan program ini," kata Bupati Satono.

Baca Juga: Gedung Baru IGD RSUD Sambas Diresmikan, Bupati Satono: Pelayanan Harus Lebih Prima

Bupati Satono menjelaskan, perluasan program Prosesar tersebut dalam rangka memaksimalkan pelayanan pengobatan gratis kepada masyarakat tidak mampu, dan mendorong agar seluruh masyarakat Kabupaten Sambas terlindungi dengan program BPJS Kesehatan.

"Perluasan program Prosesar ini juga dalam rangka mendukung percepatan pemulihan kesehatan masyarakat pascapandemi Covid-19. Semakin banyak warga Kabupaten Sambas yang sehat, kuat dan mampu bekerja, maka semakin cepat ekonomi Sambas bangkit," katanya.

Bupati Satono menambahkan, bagi masyarakat Kabupaten Sambas yang sudah mendapat pelayanan kesehatan gratis dengan program Prosesar akan dibutakan kartu BPJS Kesehatan. Sehingga mereka tidak selamanya menggunakan program Prosesar dan terlindungi dengan program BPJS Kesehatan.

"Nanti ada tim assessment yang menentukan apakah seorang pasien ini kategori keluarga mampu atau tidak mampu. Kalau mereka mampu maka akan dibuatkan BPJS mandiri. Bayar sendiri iurannya. Kalau tidak mampu akan dibuatkan BPJS PBI, atau Penerima Bantuan Iuran dari pemerintah," pungkasnya. (Yak)

Baca Juga: HUT Kemerdekaan RI ke-77, Pemkab Sambas Bagikan Bendera untuk Kecamatan dan Desa

Halaman:

Editor: Haksoro

Sumber: Insidepontianak.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X