• Minggu, 25 September 2022

Akademisi Soroti Minimnya Fasilitas Pendidikan di Bengkayang, Pesimis Misi SDM Unggul Bisa Terwujud

- Senin, 8 Agustus 2022 | 18:00 WIB
Siswa-siswi kelas 7 SMPN 4 Bengkayang, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang, terpaksa belajar di lantai dan numpang di SMA Katolik yang berada di Jalan Sanggau Ledo, Kecamatan Bengkayang. (Insidepontianak.com/Teguh Agung Baruna)
Siswa-siswi kelas 7 SMPN 4 Bengkayang, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang, terpaksa belajar di lantai dan numpang di SMA Katolik yang berada di Jalan Sanggau Ledo, Kecamatan Bengkayang. (Insidepontianak.com/Teguh Agung Baruna)

BENGKAYANG, insidepontianak.com - Direktur Akademi Manajemen Bumi Emas atau Akmen-BS, Tri Purwani turut menyeoroti persoalan minimnya fasilitas pendidikan di Kabupaten Bengkayang.

Seperti yang terjadi di SMPN 4 Bengkayang. Siswanya harus belajar di lantai. Karena sekolah tak memiliki kursi dan meja.

Selain itu, SMPN 4 Bengkayang yang berdiri sejak 2020 itu, hingga kini belum memiliki gedung sendiri. Padahal, muridnya sudah ramai. Capai 331 orang.

Sehingga peroses belajar mengajar di sekolah ini terpaksa numpang di SMA Katolik yang berada di Jalan Sanggau Ledo.

Ironisnya, siswa-siswi kelas 7 di SMPN 4 Bengkayang masih banyak menggunakan seragam SD. Karena mereka belum memiliki seragam SMP.

Baca Juga: Dukung Pilkades Serentak, Karolin Margret Natasa: Biaya Pelaksanaannya Menggunakan APBD

Persolan seperti ini bukan kali pertama terjadi. Beberapa tahun silam, bahkan ada anak-anak sekolah di Desa Sungkung, Bengkayang, minta sepatu dan tas ke Presiden Jokowi.

Video yang menampilkan anak-anak sebuah sekolah dasar, berseragam lusuh tanpa sepatu dan tas sekolah, membuat trenyu para penontonnya. Termasuk Presiden Jokowi.

Video yang diposting oleh Anggit, pengajar di sekolah tersebut, beberapa tahun lalu direspon Presiden Jokowi. Presiden Jokowi mengirimkan bantuan sepatu, tas dan peralatan sekolah lainnya.

Halaman:

Editor: Abdul Halikurrahman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X