• Rabu, 5 Oktober 2022

Mujiono Desak Pemkot Pontianak Maksimalkan Pendapatan PBB

- Senin, 8 Agustus 2022 | 17:27 WIB
Ilustrasi dokumen pajak. (gstudioimagen/freepik)
Ilustrasi dokumen pajak. (gstudioimagen/freepik)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) masih belum maksimal dalam pemasukan kas masuk daerah, khususnya Kota Pontianak.

Anggota Komisi Tiga DPRD Kota Pontianak Mujiono pun meminta ketegasan pemerintah untuk memasimalkan PBB saat ini.

Mujiono menilai Pemerintah Kota Pontianak melalui Badan Keuangan Daerah (BKD) perlu melakukan beberapa hal untuk meningkatan pendapatan PBB.

Baca Juga: Tebukti Suap Pejabat Dirjen Pajak, Dua Konsultan Pajak Divonis 2,5 dan 3,5 Tahun Penjara

Pertama, dikatakan Mujiono Terkait pendataan. Perlu dilakukan sinkronisasi data dari BKD dengan BPN. Menurutnya data kedua lembaga itu harus sama terkait dengan jumlah lahan dan bangunan di Kota Pontianak. Perlu kerjasama antara BKD dan BPN terkait data dan penyesuaian nilai karena PBB dasarnya adalah nilai NJOP.

“Data itu berada 224.000 per sertifikat lahan. Tapi persoalan yang terjadi ternyata potensi hanya Rp50 miliar. Kemudian tercapai hanya Rp29 Miliar,” ujar Mujiono.

Artinya lanjut Mujiono, secara sertifikat, sebenarnya pemkot Pontianak harus melakukan penilaian kembali terhadap tanah dan bangunan agar NJOP bisa disesuaikan.

“Memang sudah disesuaikan di beberapa kecamatan. Tapi tidak merata di Kota Pontianak. Ini menjadi tugas BKD,” kata Mujiono.

Kedua dilanjutkan Mujiono, perlu dipahami bahwa keberhasilan terhadap peningkatan pajak bumi dan bangunan ini harus dipahami kerja tim.

Pihaknya berharap BKD, meski sebagai leading sektor, jangan seolah-olah mampu menangani sendiri. Sementara sulit dan banyak hambatannya. Oleh karena itu dikatananya, BKD perlu melibatkan aparatur di tingkat bawah. Seperti lurah, camat, RW hingga RT.

Halaman:

Editor: Wati Susilawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X