• Rabu, 10 Agustus 2022

Resmikan Bank Sampah Mini SMPN 1, Wali Kota Edi Minta Jajaki Kerjasama Pegadaian

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 14:41 WIB
 Bank Sampah Mini Spansa milik SMP Negeri 1 yang diresmikan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono
Bank Sampah Mini Spansa milik SMP Negeri 1 yang diresmikan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono

PONTIANAK, insidepontianak.com - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono meresmikan sekaligus meluncurkan Bank Sampah Mini Spansa di SMP Negeri 1 Pontianak.

Ke depan Wali Kota Edi berharap, muncul bank sampah mini lainnya di lingkungan sekolah maupun perkantoran di seluruh Kota Pontianak.

“Dari kumpulan sampah tersebut, ada yang diolah menjadi barang bermanfaat ataupun seni kerajinan tangan lainnya. Ada yang ditukar menjadi uang tunai. Nanti kami ingin kerjasama dengan Pegadaian supaya bisa ditukar emas,” ungkap Wali Kota Edi usai Launching Bank Sampah Mini Program Galah Bung Sam di Sekolah, Kamis (4/8/2022).

Kontribusi dari setiap siswa dan siswi juga harus ditingkatkan. Kesadaran mereka tentang memilah sampah sejak dari rumah dan dibawa ke sekolah secara tidak langsung menurunkan jumlah pembuangan sampah.

Baca Juga: Ini Jawaban Wali Kota Pontianak Terhadap PU Fraksi, Edi Kamtono: Pemkot Evaluasi Pengelolaan Keuangan

“Anak-anak harus diedukasi, bahwa sampah mengganggu dan menimbulkan ketidaknyamanan. Nanti mereka terbiasa mana sampah organik dan anorganik, terus dibawa ke sekolah,” ujar Wali Kota Edi.

Wali Kota Edi kemudian mengapresiasi sekolah-sekolah yang turut membangun Bank Sampah Mini. Di saat bersamaan pula, pihaknya tengah menggencarkan program Sekolah Adiwiyata, sebuah ide kolaboratif untuk mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

“Sekolah yang hijau, bersih dan teduh tapi tertata tidak asal. Kalau semua sekolah seperti ini, Insyaallah Kota Pontianak juga ikut bersih. Pasti ada manfaat yang kita rasakan, utamanya hal yang produktif,” tutur Wali Kota Edi.

Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), rata-rata produksi sampah rumah tangga bisa mencapai 0,7 kg per hari. Angka itu menurut Edi sebanding dengan jumlah sampah di TPA Batu Layang yang mencapai antara 350 hingga 400 ton per hari.

Oleh sebab itu, masalah sampah merupakan persoalan yang mendasar dalam rumah tangga bahkan hingga banyak instansi. Tak jarang akibat sampah yang menumpuk, pekerjaan pun terhalangi. Edi menjelaskan, Pemerintah Pusat membuat regulasi agar di tahun 2023, jumlah pembuangan sampah berkurang 30 persen.

Halaman:

Editor: Wati Susilawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X