• Sabtu, 3 Desember 2022

Kadis Dukcapil Sambas Wahidah Sebut Aturan Nama Minimal Dua Kata Tidak Memaksa

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 15:46 WIB
Ilustrasi - Dokumen kependudukan (Insidepontianak.com/Ist)
Ilustrasi - Dokumen kependudukan (Insidepontianak.com/Ist)

SAMBAS, insidepontianak.com - Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Sambas, Wahidah mengatakan, pencatatan nama pada dokumen kependudukan minimal dua kata dan maksimal 60 karakter.

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 73 tahun 2022 tentang Pencatatan Nama pada Dokumen Kependudukan Pasal 2 ayat 4 poin C.

Kendati sudah menjadi aturan baku, Wahidah menegaskan bahwa aturan soal jumlah kata pada nama tersebut tidak bersifat memaksa.

Baca Juga: Polres Bengkayang Ungkap Penyelundup PMI Ilegal lewat Jalur Tikus Jagoi Babang, Tetapkan Satu Tersangka

Namun, satu hal yang tidak dibolehkan adalah membuat nama dengan satu karakter huruf saja.

"Kalau soal nama minimal dua kata dan maksimal 60 karakter itu benar. Sudah tertuang dalam Permendagri 72 2022. Semua pengurus Adminduk di kecamatan sudah mengetahui itu sejak 24 Mei 2022," kata Wahidah.

"Saya tegaskan bahwa Permendagri itu tidak bersifat memaksa. Bagi yang namanya terlanjur satu kata itu tidak apa-apa. Kalau nama hanya satu huruf itu yang benar-benar tidak boleh dan jelas dilarang secara mutlak," sambungnya.

Baca Juga: Link Nonton Big Mouth Episode 1 dan 2 Di Situs Resmi: Berikut Sub Indonesia dan Sinopsis Lengkap!

Wahidah menggarisbawahi, dokumen kependudukan yang dimaksud dalam hal ini adalah semua dokumen resmi yang dikeluarkan Dinas Dukcapil sebagai bukti otentik identitas kependudukan.

Halaman:

Editor: Abdul Halikurrahman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bupati Sambas Satono Sambut Kedatangan Kajati Kalbar

Rabu, 30 November 2022 | 15:37 WIB
X