• Sabtu, 1 Oktober 2022

Ubah Sampah Plastik Jadi Rupiah, PLN Kalbar Salurkan TJSL untuk Program Bank Sampah

- Minggu, 17 Juli 2022 | 16:40 WIB
PLN Kalbar menyalurkan TJSL Rp100 juta untuk program Bank Sampah di Pondok Pesantren Agropolitan Nurul Ma'arif di Desa Balai Agung, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang.  (PLN)
PLN Kalbar menyalurkan TJSL Rp100 juta untuk program Bank Sampah di Pondok Pesantren Agropolitan Nurul Ma'arif di Desa Balai Agung, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang. (PLN)


SINTANG, insidepontianak.comPLN Kalbar melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL melaksanakan program Bank Sampah di Pondok Pesantren Agropolitan Nurul Ma'arif di Desa Balai Agung, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang.

Program Bank Sampah ini melibatkan para santri-santriwati dan masyarakat sekitar pesantren untuk memanfaatkan sampah plastik yang tidak berguna menjadi barang bernilai rupiah.

Manager PLN UP3 Sanggau, Muhammad Isra mengatakan pihaknya telah mengucurkan dana TJSL senilai Rp100 juta untuk program Bank Sampah ini. Dana tersebut dimanfaatkan untuk membeli peralatan pres plastik dan material pendukung lainnya.

Diakuinya, PLN secara aktif mendorong masyarakat untuk meningkatkan perekonomian melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.

"Melalui program TJSL, kami berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan potensi yang ada. Semakin banyak masyarakat yang terlibat, maka semakin besar peluang untuk berhasil dalam menjalankan program," ujar Isra.

Sementara itu, Direktur Umum Pondok Pesantren Nurul Ma'arif, Muhammad Faisal, mengaku bersyukur atas bantuan yang telah diberikan PLN lewat program Bank Sampah.

Baca Juga: Buruan Daftar! PLN Gelar Kompetisi Inovasi Kelistrikan dengan Total Hadiah dan Pendanaan Rp2,5 Miliar

Dikatakannya, program Bank Sampah yang dilaksanakan juga bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang.

Diakuinya, bantuan yang telah diberikan PLN sangat membantu operasional pesantren, sekaligus membantu para santri-santriwati dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Melalui Bank Sampah, para santri-santriwati dan masyarakat sekitar dapat berpartisipasi dalam mengumpulkan sampah plastik. Sampah yang terkumpul akan dikonversi menjadi rupiah dan menjadi tabungan para santri-santriwati," ungkap Faisal.

Senada, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang, Edy Harmani, mengatakan bahwa program Bank Sampah yang dikembangkan oleh PLN dan pihak pesantren sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Sintang dalam mengurangi sampah plastik, baik yang berasal dari rumah maupun tempat usaha dan industri.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Sintang, saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas upaya PLN dalam mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat," pungkas Harmani.

Baca Juga: PLN Luncurkan Program Yantek Optimization, Siap Lakukan Pelayanan Cepat

 

Editor: Haksoro

Sumber: Insidepontianak.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Melkianus Terpilih Sebagai Wabup Sintang

Jumat, 5 Agustus 2022 | 13:48 WIB
X