• Sabtu, 1 Oktober 2022

Jaksa Tuntut Dua Terdakwa Korupsi Terminal Bunut Hilir Kapuas Hulu di Atas Dua Tahun Penjara

- Rabu, 6 Juli 2022 | 11:56 WIB
Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu, Adi Rahmanto. (Insidepontianak.com/Antara/Teofilusianto Timotius)
Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu, Adi Rahmanto. (Insidepontianak.com/Antara/Teofilusianto Timotius)

KAPUAS HULU, insidepontianak.com – Jaksa Penuntut Umum (JPUKejari Kapuas Hulu, menuntut terdakwa korupsi pembangunan Terminal Bunut Hilir Kapuas Hulu, Lili Silvia dua tahun dua bulan penjara, dan terdakwa Satriadi dituntut dua tahun enam bulan penjara.

Selain itu, terdakwa Lili Sivia juga dituntut membayar denda sebesar Rp50 juta, serta diminta mengembalikan uang sebanyak Rp28 juta hasil tindak pidana korupsi yang telah dipakai.

Baca Juga: Djokovic Raih Tiket Semifinal Wimbledon, Nyaris Kalah dari Petenis Muda Italia Jannik Sinner

Selanjutnya, terdakwa Satriadi juga diminta membayar denda sebesar Rp110 juta. Tuntutan ini dibacakan JPU pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Pontianak.

"Untuk dua terdakwa itu, masih diberikan kesempatan melalui kuasa hukumnya untuk menyampaikan pembelaan," ucap Kepala Seksi Intelijen Kejari Kapuas Hulu, Adi Rahmanto, dikutip dari Antara, Rabu (6/7/2022).

Baca Juga: Pebalap Ducati Bagnaia Disko di Ibiza, Kendarai Mobil Keadaan Mabuk Berujung Kecelakaan

Selain itu, Adi Rahmanto juga menyebutkan dalam perkara yang sama, dua orang terdakwa lainnya yaitu Gemiti dan Dendi Irawan masih dalam proses persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli.

Diketahui, pembangunan Terminal Bunut Hilir tersebut dilaksanakan pada Tahun 2018 dengan anggaran sebesar Rp1 miliar, dengan kerugian negara sebesar Rp316 juta lebih.

Baca Juga: KSP Tegaskan Pembebasan Lahan Trans Papua Penuhi Hak Masyarakat Adat

Halaman:

Editor: Abdul Halikurrahman

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X