• Jumat, 12 Agustus 2022

Bupati Fransiskus Diaan Ajak Generasi Milenial di Kapuas Hulu Lestarikan Adat dan Budaya

- Minggu, 26 Juni 2022 | 19:27 WIB
 Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan disambut tarian adat saat Gawai Dayak Gawai Dayak Entibab Ningkau Kandau Bedangkan, di Kecamatan Silat Hulu, wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Sabtu (25/6/2022).  (Antara)
Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan disambut tarian adat saat Gawai Dayak Gawai Dayak Entibab Ningkau Kandau Bedangkan, di Kecamatan Silat Hulu, wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Sabtu (25/6/2022). (Antara)

KAPUAS HULU, insidepontianak.com - Bupati Kapuas Hulu, Kalimantan Barat Fransiskus Diaan mengajak generasi muda atau milenial mengenal dan turut serta melestarikan seni budaya dan adat istiadat di wilayah setempat. 

"Adat dan budaya sebagai jati diri dalam kehidupan  berbangsa dan bernegara, oleh sebab itu generasi milenial harus mengenal dan melestarikan adat istiadat," kata Fransiskus Diaan di Putussibau Kapuas Hulu, Minggu (26/6/2022).

Fransiskus Diaan mengatakan peran generasi muda, generasi penerus bangsa sangat penting dalam menjaga dan melestarikan adat serta budaya agar tidak terpengaruh oleh budaya luar di tengah perkembangan teknologi, khususnya media sosial.

Menurutnya, salah satu kebanggaan bagi kaum muda di Kapuas Hulu dalam beberapa kegiatan lomba dan menari menggunakan pakai adat, contohnya Gawai Dayak Entibab Ningkau Kandau Bedangkan Suku Dayak Seberuang Ensilat, Dusun Nanga Entibab, Desa Nanga Dangkan, Kecamatan Silat Hulu, Sabtu (25/6/2022) kemarin.

Baca Juga: Kadinkes Kalbar Sebut 11 Ibu Hamil di Kapuas Hulu Reaktif Rapid Test Belum Pasti Positif HIV/AIDS

"Saya bangga melihat anak-anak menggunakan pakaian adat yang menandakan bahwa mereka mengenal adat budaya sejak dini, saya merasa sangat senang," kata Fransiskus Diaan.

Dia juga berpesan agar orang tua selalu mengajarkan dan mewariskan budaya leluhur serta mengenang adat istiadat serta seni dan budaya.

"Saya mengapresiasi kegiatan Gawai Dayak di Entibab, orang tua melibatkan anak-anak dalam kegiatan adat serta seni budaya, itu harus terus dikembangkan," pesannya.

Pafa perhelatan Gawai Dayak Entibab Ningkau Kandau Bedangkan, juga dilaksanakan berbagai perlombaan untuk generasi muda, seperti lomba tarian kreasi yang diikuti oleh 30 peserta kategori anak-anak dan dewasa, lomba busana pakaian adat tingkat Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) yang diikuti 18 peserta, lomba menyumpit yang diikuti 34 peserta dan lomba pangkak gasing yang diikuti 26 peserta.

Baca Juga: BPPD Kapuas Hulu Usulkan Pasar Internasional di Perbatasan Malaysia

Halaman:

Editor: Andi Ridwansyah

Sumber: Antara

Tags

Terkini

13.335 Warga Terdampak Banjir di Kapuas Hulu

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 18:02 WIB
X