• Selasa, 28 Juni 2022

Kejari Sanggau Hentikan Perkara Perkelahian Dua Kelompok Pekerja Melalui Restorative Justice

- Jumat, 24 Juni 2022 | 17:59 WIB
Kejaksaan Negeri Kejari Sanggau menghentikan 3 perkara melalui Restorative Justice./ Istimewa
Kejaksaan Negeri Kejari Sanggau menghentikan 3 perkara melalui Restorative Justice./ Istimewa

SANGGAU, insidepontianak.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sanggau menggunakan metode melalui Restorative Justice atas perkara perkelahian antar dua kelompok pekerja PT KBP yang terletak di Dusun Mangguk Kompas, Desa Meliau Hilir, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Ini berdasarkan berpedoman pada Peraturan Kejaksaan Agung Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif atau Restorative Justice.

Restorative Justice bisa diterapkan jaksa dengan menghentikan penuntutan jika perkara dinilai lebih layak diselesaikan di luar jalur peradilan,” kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sanggau, Freddi Wiryawan, Jumat (24/6/2022).

Baca Juga: Saat Penduduk Asli Ekuador Lawan Keserakahan Perusahaan Tambang di Amazon

Kasus perkelahian melibatkan dua kelompok pekerja di PT KBP. Kelompok pertama dipimpin Dedi Susanto alias Socin dan kelompok kedua dipimpin Wiranda Suryah.

Kejadian itu bermula, tanggal 09 Oktober 2021 sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, Socin bekerja sebagai buruh tenaga di pertambangan bersama beberapa orang lain.

Suatu saat, Dedi Susanto mendengar orang-orang yang bekerja pada Wiranda Suryah mengerjakan areal tambang yang dianggap masuk ke areal tambang pengerjaannya itu.

"Sehingga Socin dan beberapa temannya mendatangi lokasi dan menanyakan kepada Wiranda Suryah mengapa mengerjakan areal lokasi tambang tersebut," terang Freddi Wiryawan.

Anak buah Wiranda Suryah, yang bernama Freddi Eddington dan Paul Pratama meminta Socin mundur dengan cara menarik tas selempang milik Socin hingga putus.

“Socin terjatuh ke tanah. lalu Eddington menginjak punggung dan tas selempang yang dikenakan Socin tersebut,” ujar Freddi Wiryawan.

Halaman:

Editor: Wati Susilawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X