• Selasa, 28 Juni 2022

Pemkab Sanggau Usulkan Garap 30 Hektar Lahan untuk Tanam Komoditi Pangan

- Kamis, 23 Juni 2022 | 16:15 WIB
Kabid Hortikultura, Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perikanan (DKPTHP) Kabupaten Sanggau, Soni Setiawan.
Kabid Hortikultura, Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perikanan (DKPTHP) Kabupaten Sanggau, Soni Setiawan.


SANGGAU, insidepontianak.com - Pemerintah Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat mengusulkan penggarapan 30 hektar lahan untuk dikembangkan jadi area tanam komoditi pangan.

“Tidak sampai disitu saja, untuk antisipasi hari besar keagamaan nasional kita sudahmengusulkan penggaran untuk di tanam. Nantinya, tersebar setidaknya di 6 kecamatan,” kata Kabid Hortikultura, Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perikanan (DKPTHP) Kabupaten Sanggau, Soni Setiawan, Kamis (23/6/2022).

Soni Setiawan berharap, untuk memperkuat ketahanan pangan, utamanya di desa. Para kepala desa bisa memanfaatkan dana desa semaksimal mungkin.

Baca Juga: Merasa Dicurangi PT PSP HPI Agro, Ratusan Petani Sawit Peniti Mempawah Mengadu ke DPRD Kalbar

"Dana desa juga bisa dipakai untuk rumah pembibitan untuk ketahanan pangan di Desa, dari bibit yang dibudidayakan bisa disalurkan ke rumah-rumah warga. Kami akan melakukan pendampingan pembibitan dengan menurunkan penyuluh pertanian," pungkas Soni Setiawan.

Sementara untuk kenaikan harga komoditi di Kabupaten Sanggau, Soni berujar hal itu akibat curah hujan tinggi di daerah sentra produksi cabe rawit dan bawang merah di Indonesia.

Untuk pangan komoditi seperti hortikultura, diakui Soni Setiawan sangat sensitive terhadap curah hujan yang tinggi, karena secara langsung berdampak kepada kualitas dan kuantitas hasil panen.

"Kabupaten Sanggau juga bukan termasuk daerah sentra produksi, sehingga alur pasar dan ketersediaan cadangan juga menjadi penyumbang penyebab kenaikan harga," ujar Soni Setiawan.

Soni Setiawan juga mengungkapkan, bahwa ada petani mandiri di Kabupaten Sanggau yang mengusahakan budidaya cabe rawit. Namun, mereka biasanya sudah memiliki kerjasama dengan penampung.

"Biasanya cabe rawit akan keluar dari Kabupaten Sanggau terlebih dahulu baru kemudian balik lagi ke daerah kita. Ini yang kita petakan dari permasalahan kenaikan harga cabai dan bawang merah," ungkap Soni Setiawan.

Halaman:

Editor: Wati Susilawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X