• Selasa, 28 Juni 2022

Harga Komoditi Mulai Naik Jelang Idul Adha 1443, Begini Penjelasan Dinas Pangan Sanggau

- Kamis, 23 Juni 2022 | 15:11 WIB
ustrasi hujan ringan di Pekanbaru dari pagi hingga sore hari. (Freepik/starline.)
ustrasi hujan ringan di Pekanbaru dari pagi hingga sore hari. (Freepik/starline.)

SANGGAU, insidepontianak.com - Kabid Hortikultura, Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perikanan (DKPTHP) Kabupaten Sanggau, Soni Setiawan menjelaskan, kenaikan harga komoditi di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat akibat curah hujan tinggi di daerah sentra produksi cabe rawit dan bawang merah di Indonesia.

Untuk pangan komoditi seperti hortikultura, diakui Soni Setiawan sangat sensitive terhadap curah hujan yang tinggi, karena secara langsung berdampak kepada kualitas dan kuantitas hasil panen.

"Kabupaten Sanggau juga bukan termasuk daerah sentra produksi, sehingga alur pasar dan ketersediaan cadangan juga menjadi penyumbang penyebab kenaikan harga," ujarnya, Kamis (23/6/2022).

Baca Juga: Desy Ratnasari Siap Maju Pilkada Jabar jika Ditugaskan PAN

Soni Setiawan juga mengungkapkan, bahwa ada petani mandiri di Kabupaten Sanggau yang mengusahakan budidaya cabe rawit. Namun, mereka biasanya sudah memiliki kerjasama dengan penampung.

"Biasanya cabe rawit akan keluar dari Kabupaten Sanggau terlebih dahulu baru kemudian balik lagi ke daerah kita. Ini yang kita petakan dari permasalahan kenaikan harga cabai dan bawang merah," ungkap Soni Setiawan.

Soni Setiawan menyebut, untuk mengantisipasi kenaikan harga komoditi, pemerintah sudah berusaha untuk mendorong agar petani mau mengembangkan komoditi tersebut.

"Kami telah berupaya melalui stimulan yang kita usahakan untuk petani berupa bantuan dalam rangka pengembangan cabe rawit dan bawang merah, namun untuk tahun ini sendiri kegiatan baru akan dilaksanakan pada bulan Mei yang lalu,” paparnya.

Soni Setiawan menuturkan, kegiatan itu berupa penyaluran bantuan benih cabe rawit untuk pengembangan kawasanannya seluas 20 hektar.

“Dengan rincian, 10 hektar di Desa Sungai Mawang dan 10 hektar lagi Desa Kenaman, setelah itu dilanjutkan dengan paket bantuan saprodi lainnya," jelas Soni Setiawan.

Halaman:

Editor: Wati Susilawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X