• Rabu, 17 Agustus 2022

Jalur Tikus Perbatasan Jagoi Babang-Malaysia Jadi Celah Keluar Masuk PMI Ilegal

- Rabu, 22 Juni 2022 | 19:56 WIB
Pembangunan PLBN Jagoibabang perbatasan Bengkayang-Malaysia terus berjalan. (Insidepontianak.com/Ist)
Pembangunan PLBN Jagoibabang perbatasan Bengkayang-Malaysia terus berjalan. (Insidepontianak.com/Ist)

BENGKAYANG, insidepontianak.com - Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Bengkayang menyampaiakan, dari Januari hingga Juni 2022, baru dua orang warga yang tercatat secara resmi mengajukan permohonan untuk menjadi PMI resmi ke Malaysia melalui Perbatasan Jagoi Babang.

Itu pun bukan warga Bengkayang. Data ini dinilai tak relevan dengan kondisi rill. Mengindikasikan, banyak masyarakat masuk lewat jalur tidak resmi lewat jalan tikus dan menjadi PMI ilegal di negara Jiran.

Baca Juga: Achmad Royadi: BRIFast Remittance Layanan Andalan BRI Bagi Pekerja Migran Indonesia

"Di tahun ini baru dua pekerja Imigran asal Kabupaten Bengkayang yang mengajukan secara resmi di kantor," kata Yusli, Pejabat Pengantar Kerja Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bengkayang, Rabu (22/6/2022).

Yusli menyampaikan, PMI Ilegal banyak melewati jalur tikus perbatasan Jagoi Babang. Ini lah membuat pengawasan PMI sulit dilakukan oleh pihaknya.

Baca Juga: Berkunjung ke Kampung Nelayan, Bupati Citra Duani Bagikan Kartu BPJS hingga Pas Kapal

Terlebih, PLBN Jagoi Babang belum resmi dibuka. Sehingga belum ada pemeriksaan secara ketat dan terpadu dilakukan di sana.

"Pemerintah masih sulit mendeteksi lantaran para pekerja Imigran yang legal hanya dicatat oleh PLBN aruk kabupaten Sambas dan PLBN Entikong Kabupaten Sanggau," kata Yusli.

Baca Juga: Transfer Pemain Liga Indonesia, Bek timnas Ceko Ondrej Kudela Kaget Sambutan dari The Jakmania

Halaman:

Editor: Abdul Halikurrahman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rutan II B Bengkayang Butuh Alat Deteksi Narkoba

Kamis, 11 Agustus 2022 | 20:48 WIB
X