• Rabu, 10 Agustus 2022

Ibu Aniaya Anak di Landak Dibebaskan dari Tuntutan Melalui Mekanisme Restorative Justice

- Rabu, 22 Juni 2022 | 11:02 WIB
Tersangka MA memeluk ibunya, setelah Kejaksaan Tinggi Kalbar memutus ia dibebaskan dari tuntuan pidana berdasdarkan hasil keputusan penanganan hukum restorative justice. MA sebelumnya ditetapkan tersangka atas kasus penganiayaan terhadap anak kandung. (Insidepontianak.com/Ist)
Tersangka MA memeluk ibunya, setelah Kejaksaan Tinggi Kalbar memutus ia dibebaskan dari tuntuan pidana berdasdarkan hasil keputusan penanganan hukum restorative justice. MA sebelumnya ditetapkan tersangka atas kasus penganiayaan terhadap anak kandung. (Insidepontianak.com/Ist)

PONTIANAK, insidepontianak.comKejaksaan Tinggi atau Kejati Kalbar membebaskan tersangka MA yang telah menganiaya anak kandung, seletah melalui proses penanganan hukum Restorative Justice.

MA pun akhirnya dinyatakan bebas dari tuntutan. Kajati Kalbar Masyhudi mengatakan, rapat pemaparan permohonan persetujuan penghentian penuntutan digelar di kantor Kejati Kalbar, Selasa (21/6/2022). Ia memimpin langsung rapat itu.

Sebelumnya, pelaku MA dijerat Polisi dengan Pasal 80 ayat (4) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 351 ayat (1) KUHP karena terbukti melakukan penganiayaan terhadap anaknya sendiri.

Baca Juga: Gempa Bumi 6,1 Magnitudo Guncang Afghanistan dan Pakistan

Peristiwa penganiayaan dilakukan MA terjadi pada Jumat, 15 April 2022. Saat itu, MA kesal dengan sang anak karena buang air besar (BAB) sembarangan.

MA tersulut emosi. Lalu memukul anaknya yang masih balita tiga kali gunakan gelas plastik. Pukulan MA kena kepala sang anak. MA juga menyentil mata anaknya satu kali.

Akibatnya, sang anak alami bengkak dan memar di wajah dan kepala. Bermula dari sini lah MA dipolisikan oleh keluarganya. Dia ditetapkan tersangka. Ditahan oleh Polres Landak.

Baca Juga: Mantan Mendag Muhammad Lutfi Penuhi Panggilan Penyidik Kejagung  

Namun, pihak kejaksaan menyelesaikan kasus itu mengedepankan mekanisme Restorative Justice. Pertimbangannya untuk kebaikan di masa depan antara ibu dan anak tersebut.

Halaman:

Editor: Abdul Halikurrahman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X