• Jumat, 12 Agustus 2022

Korupsi Bank BRI Ketapang, Pengamat Sebut Pimpinan Mesti Ikut Tanggung Jawab

- Selasa, 21 Juni 2022 | 16:08 WIB
Pengadilan Tipikor Pontianak menghadirkan AF, staf CS Bank BRI Kabupaten Ketapang, agenda pembacaan dakwaan kasus korupsi pendapatan bunga dan pinalti rugikan negara Rp 6,1 miliar.  (insidepontianak.com)
Pengadilan Tipikor Pontianak menghadirkan AF, staf CS Bank BRI Kabupaten Ketapang, agenda pembacaan dakwaan kasus korupsi pendapatan bunga dan pinalti rugikan negara Rp 6,1 miliar. (insidepontianak.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com - Pengamat Hukum Herman Hofi Munawar menilai, kasus korupsi pendapatan bunga dan pinalty di Bank BRI Unit Tumbang Titi Ketapang yang menjerat seorang karyawan berinisal AF, merugikan negara sekitar Rp 6,1 miliar, terjadi akibat rusaknya sistem pengamanan perbankan.

AF sendiri merupakan karyawan Bank BRI Unit Tumbang Titi Ketapang yang bertugas sebagai customer service (CS). 

Herman Hofi Munawar berpendapat, kasus korupsi karyawan Bank BRI Unit Tumbang Titi Ketapang itu tak mungkin berdiri sendiri. Tak mungkin hanya melibatkan satu orang.

Karena itu, dalam kasus ini, pengawasan dari unsur pimpinan patut dipertanyakan. Pimpinan juga mesti bertanggung jawab.

Karena, sistem pengamanan yang rusak akibat lemahnya kontrol dari pimpinan, jadi celah oknum karywan melakukan kejahatan tindak pidana korupsi yang merugikan negara.

Baca Juga: Jelang Rapat Bank Indonesia, IHSG Dibuka Menguat 0,41 Persen

"Ini menunjukan manajemen BRI Ketapang sangat rusak," kata Herman Hofi Munawar, kepada insidepontianak.com, Selasa (21/6/2022).

Herman menyebut, kasus tersebut jelas-jelas menunjukkan lemahnya kontrol pimpinan. Sebab, AF sendiri sudah melakukan transaksi fiktif sejak September 2021, sampai Februari 2022. Artinya, selama itu, terjadi lost pengawasan dari pimpinan cabang bank itu.

"Padahal, semua itu tidak akan terjadi kalau ada kontrol," kata Herman Hofi Munawar.

Halaman:

Editor: Abdul Halikurrahman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X