• Rabu, 10 Agustus 2022

BPJS Kesehatan Pontianak Dorong Pemprov Kalbar Maksimalkan Perlindungan Masyarakat Lewat Program JKN

- Selasa, 21 Juni 2022 | 13:41 WIB
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Pontianak, Adiwan Qodar. (Insidepontianak.com/Dok-IP)
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Pontianak, Adiwan Qodar. (Insidepontianak.com/Dok-IP)

PONTIANAK, insidepontianak.com - BPJS Kesehatan Cabang Pontianak, menggelar pertemuan dengan rekan-rekan media untuk membahas perkembangan terkini pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada Senin (20/6/2022).

Salah satu yang menjadi perhatian bersama saat ini adalah terkait jumlah kepesertaan Program JKN di Kalimantan Barat yang berada di posisi juru kunci jika dibandingkan dengan seluruh Provinsi di Indonesia.

Baca Juga: Takut Naik Pesawat? Mungkin Anda Alami Aerophobia! Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

“Sampai dengan Juni 2022 kepesertaan masyarakat Kalimantan Barat yang terlindungi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) baru mencapai 76,51 persen. Padahal secara nasional cakupan JKN sudah mencapai 88,21. Masih ada 23,49 persen yang belum terlindungi Program JKN,” tutur Kepala Cabang BPJS Kota Pontianak, Adiwan Qodar.

Menyikapi hal tersebut, BPJS Kesehatan dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus berupaya agar kepesertaan JKN di Kalimantan Barat dapat terus ditingkatkan.

Baca Juga: Sekjen PBB Antonio Guterres Tegaskan Tidak Boleh Menyerah Berikan Bantuan Pengungsi Suriah 

Salah satunya yaitu mendorong Pemprov Kalbar untuk meningkatkan anggaran PBI APBD untuk melindungi masyarakat tidak mampu di Pemprov Kalbar.

“Saat ini pemprov Kalbar sudah berkontribusi untuk iuran PBI APBN sebesar Rp.2.100 per jiwa, sementara untuk PBI APBD Provinsi saat ini sedang berproses dan sudah pada tahapan pencarian sumber anggarannya,” kata Adiwan.

Baca Juga: Wakil Menag Sebut Pesparawi Beri Sumbangsih Besar Kerukunan Antarumat Beragama 

Halaman:

Editor: Abdul Halikurrahman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X