• Jumat, 12 Agustus 2022

Korupsi Bank BRI Ketapang, Kasus Agus Firdaus Bisa Terjadi di Bank Lain Jika Sistem Pengawasan Longgar

- Senin, 20 Juni 2022 | 13:34 WIB
Kuasa Hukum terdakwa Agus Firdaus, kasus korupsi rekening fiktif dana nasabah Bank BRI Kabupaten Ketapang, usai sidang Pengadilan Tipikor  Pontianak, Senin (20/06/2022). (antara)
Kuasa Hukum terdakwa Agus Firdaus, kasus korupsi rekening fiktif dana nasabah Bank BRI Kabupaten Ketapang, usai sidang Pengadilan Tipikor Pontianak, Senin (20/06/2022). (antara)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kasus korupsi dana pendapatan bunga dan penalti  di Bank BRI Kabupaten Ketapang, Unit Tumbang Titi, dengan terdakwa Agus Firdaus bisa terjadi di bank lain, bila sistem pengawasan masih longgar dan di internal bisa dengan mudah memiliki akses untuk itu.

Kuasa Hukum terdakwa Agus Firdaus, Eko Supratikno, kasus korupsi dana pendapatan bunga dan penalti nasabah yang terjadi pada kliennya, membuktikan bahwa Bank BRI Kabupaten Ketapang, Unit Tumbang Titi lemah.

Eko Supratikno merupakan tim dari LBH Cinta Lingkungan dan Pencari Keadilan Provinsi Kalimantan Barat, juga Kuasa Hukum terdakwa Agus Firdaus, kasus korupsi dana pendapatan bunga dan penalti nasabah. Ia menilai kejadian Bank BRI Kabupaten Ketapang, Unit Tumbang Titi dapat terjadi di tempat lain.

Eko Supratikno berpandangan, selama Bank Bank BRI Kabupaten Ketapang, Unit Tumbang Titi maupun bank lainnya tidak memiliki sistem keamanan yang baik untuk nasabah, membuka celah di internal untuk melakukan korupsi. 

"Ini bukti sistem lemah. Kalau kita bagi korupsi Rp 6,1 miliar, bisa ratusan juta transaksi setiap hari, tak terpantau, " terangnya. 

Baca Juga: Korupsi Bank BRI Ketapang, Agus Firdaus Pegang Tiga Pasword Bukti Sistem Keamanan Bank BRI Lemah

Eko menyatakan pihaknya menolak melakukan eksepsi atas tuntutan JPU. Mereka menginginkan agar diberi kesempatan menghadirkan saksi ahli untuk membedah Standar Operasional Bank. 

Sementara, kuasa hukum terdakwa, Nanang Suharto meminta agar Majelis Hakim memberikan keringanan hukuman kepada terdakwa Agus Fridaus. Sebab, aksi yang dilakukan terdakwa terjadi karena lemahnya sistem Bank. 

 "Jadi karena ada kesempatan," kata dia. 

 Untuk itu, dia meminta Majelis Hakim memberikan keringanan hukuman kepada terdakwa.

Halaman:

Editor: Agus Wahyuni

Sumber: Insidepontianak.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X