• Rabu, 5 Oktober 2022

Korupsi Bank BRI Ketapang, Terdakwa Agus Firdaus Gunakan Rekening Fiktif Nasabah Habiskan untuk Forex

- Senin, 20 Juni 2022 | 12:57 WIB
Pengadilan Tipikor Pontianak menghadirkan AF, staf CS Bank BRI Kabupaten Ketapang, agenda pembacaan dakwaan kasus korupsi pendapatan bunga dan pinalti rugikan negara Rp 6,1 miliar.  (insidepontianak.com)
Pengadilan Tipikor Pontianak menghadirkan AF, staf CS Bank BRI Kabupaten Ketapang, agenda pembacaan dakwaan kasus korupsi pendapatan bunga dan pinalti rugikan negara Rp 6,1 miliar. (insidepontianak.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ketapang mendakwa Agus Firdaus, merupakan Costumer Service, terkait kasus korupsi Bank BRI Kabupaten Ketapang, Unit Tumbang Titi bersalah dengan melakukan korupsi dana nasabah, di Pengadilan Tipikor Pontianak, Senin (20/06/2022).

Agus Firdaus, merupakan Costumer Service terkait kasus korupsi Bank BRI Kabupaten Ketapang, Unit Tumbang Titi didakwa kasus korupsi dana nasabah, melalui pendapatan bunga dan penalti Bank BRI Ketapang, Unit Tumbang Titi, hingga merugikan negara Rp 6,1 miliar bersalah.

Menariknya, dalam kasus ini terdakwa Agus Firdaus, Costumer Service terkait kasus korupsi Bank BRI Kabupaten Ketapang, Unit Tumbang Titi ini melakukan korupsi dana nasabah Bank BRI dengan membuat rekening fiktif nasabah.

Perbuatan Agus Firdaus, Costumer Service terkait kasus korupsi Bank BRI Kabupaten Ketapang, Unit Tumbang Titi ini melanggar pasal 3 Jo pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo. Undang-undang nomor 20 tahun 2001.

JPU Kejaksaan Negeri Ketapang, Bayu Segara mengatakan, Agus Firdaus telah melakukan tindak pidana korupsi dengan cara mengambil uang milik BRI cabang Tumbang Titi sejak September 2021 hingga Februari 2022.

Baca Juga: Polda Kalbar Buru Pelaku Pembobol Rekening Nasabah BRI di Pontianak

Untuk melancarkan aksinya, terdakwa meminta pasword teller dan Kepala Unit. Lalu, dia membuat rekening fiktif atas nama nasabah yang punya pinjaman di atas Rp100 juga dan lancar dalam pembayaran.

"Setelah dilakukan pengecekan ternyata pinjaman tersebut fiktif yang hanya tercatat dalam sistem tanpa menerbitkan buku tabungan," terangnya.

Dari rekening fiktif nasabah inilah, terdakwa bertransaksi dengan menggunakan ATM yang tersangka buat, briva aplikasi trading untuk bertransaksi di forex, saham, cryto dan melakukan transfer ke rekening pribadi dan istrinya.

Akibat perbuatan terdakwa, Bank BRI Ketapang dirugikan hingga Rp 6,1 miliar.

Halaman:

Editor: Agus Wahyuni

Sumber: Insidepontianak.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X