• Jumat, 12 Agustus 2022

Jamiat Akadol Sebut “Perselingkuhan Politik dan Hukum” Ada Pada Undang-Undang

- Minggu, 19 Juni 2022 | 16:47 WIB
Rektor IAIS SAMBAS, Jamiat Akadol saat diskusi publik bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Sambas (Poltesa), Sabtu (18/6/2022). (Insidepontianak.com/Ist)
Rektor IAIS SAMBAS, Jamiat Akadol saat diskusi publik bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Sambas (Poltesa), Sabtu (18/6/2022). (Insidepontianak.com/Ist)

SAMBAS, insidepontianak.com - Rektor Institut Agama Islam Sultan Muhammad Tsyafiuddin (IAIS) Sambas, Jamiat Akadol, menyebut Undang-Undang adalah tempat “perselingkuhan” antara politik dan hukum karena di dalamnya ada kepentingan pejabat politik.

"Memang disitu ada kepentingan, yang namanya Undang-Undang itu, bahasa saya adalah tempat perselingkuhan antara politik dan hukum," kata Jamiat Akadol dalam diskusi publik bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Sambas (Poltesa), Sabtu (18/6/2022).

Baca Juga: Peneliti LIPI Siti Zuhro Nilai Muhaimin Iskandar Harus Realistis Hadapi Pilpres 2024

"Di dalam undang-undang-lah politik dan hukum bisa selingkuh (menjalin hubungan gelap)," sambungnya.

Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas tersebut berpendapat, Undang-Undang sebagai hukum negara pasti memuat kepentingan para politikus karena dibuat oleh mereka.

Baca Juga: Bank Kalbar Berikan Bantuan Dana Pembinaan Tim Futsal BBK Pontianak

Kendati kepentingan tersebut tidak selamanya buruk, ada juga kepentingan yang baik seperti kepentingan negara dan masyarakat.

"Buktinya apa? Yang membuat Undang-Undang adalah pejabat politik. Pastilah ada kepentingan," katanya.

Baca Juga: Kepala Aliansi Militer NATO Klaim Perang di Ukraina Bisa Berlangsung Lebih Lama

Halaman:

Editor: Abdul Halikurrahman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X