• Jumat, 12 Agustus 2022

Empat Sapi di Kabupaten Sambas Positif PMK, Kirim Sampel Harus dari Balai Veteriner Banjarbaru

- Jumat, 17 Juni 2022 | 18:52 WIB
Hewan ternak sapi milik warga di Kecamatan Semparuk, yang diperiksa DPPKH Sambas, Jumat (17/06/2022). (antara)
Hewan ternak sapi milik warga di Kecamatan Semparuk, yang diperiksa DPPKH Sambas, Jumat (17/06/2022). (antara)

SAMBAS, insidepontianak.com – Dinas Perikanan Peternakan dan Kesehatan Hewan atau DPPKH Kabupaten Sambas melakukan tracking ke sejumlah wilayah. Hasilnya empat hewan ternak sapi milik warga dinyatakan positif penyakit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), dari hasil sampel di Balai Veteriner Banjarbaru.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, DPPKH Kabupaten Sambas, Makbullah mengatakan, empat ternak sapi yang positif tersebut berasal dari delapan sampel darah yang baru dikirim ke Balai Veteriner Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Sebelumnya, Makbullah mengatakan DPPKH Kabupaten Sambas pernah mengirim enam sampel darah ternak sapi namun keenam sampel tersebut rusak saat tiba di Balai Veteriner Banjarbaru.

"Enam sampel pertama yang kita kirimkan ke Balai Veteriner Banjarbaru tidak bisa dianalisis karena rusak. Kemudian dari Balai Veteriner Banjarbaru kembali mengambil sebanyak delapan sampel, hasilnya empat negatif dan empat positif," katanya.

Makbullah memaparkan, berdasarkan data tracking yang mereka himpun, sampai detik ini ada lima kecamatan yang dicurigai (suspek) terpapar PMK. Kemudian ada 124 ekor hewan ternak sapi yang suspek terinfeksi PMK. 35 diantaranya sedang sakit, 88 sudah dinyatakan sembuh, dan 1 ekor sapi dipotong.

Baca Juga: Anggota DPR RI Minta Pemerintah Investigasi Wabah PMK

"Lima kecamatan ini yaitu Kecamatan Semparuk, Tebas, Sambas, Tangaran, dan Paloh. Untuk sementara semua hewan ternak yang suspek terinfeksi PMK adalah sapi. Kambing, domba dan sebagainya belum ada," katanya.

Menjelang Iduladha 2022, Makbullah mengimbau masyarakat untuk melapor ke DPPKH Kabupaten Sambas jika menemukan hewan ternak dengan ciri-ciri PMK, seperti mulut berbusa, tidak nafsu makan, kuku bernanah dan tidak bisa berdiri atau hewan ternak tiba-tiba lemah.

"Jika peternak menemukan hewan ternaknya dengan ciri-ciri tersebut segera pisahkan dari kelompoknya. Rajin-rajinlah membersihkan kandang dan menyemprotkan disinfektan sebagai langkah pencegahan," kata Makbullah.

Baca Juga: 1.525 Hewan Ternak di Kabupaten Kuningan Terjangkit PMK

Halaman:

Editor: Agus Wahyuni

Sumber: Insidepontianak.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X