• Rabu, 17 Agustus 2022

Bupati Kapuas Hulu Apresiasi Gawai Dayak Sandau Ari, Jadi Aset Budaya dan Wisata Daerah

- Sabtu, 11 Juni 2022 | 11:07 WIB
Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menghadiri Gawai Dayak Sandau Ari di Dusun Pesayak, Desa Semuntik, Kecamatan Badau, Jumat (10/06/2022) sore.  (insidepontianak.com)
Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menghadiri Gawai Dayak Sandau Ari di Dusun Pesayak, Desa Semuntik, Kecamatan Badau, Jumat (10/06/2022) sore. (insidepontianak.com)

KAPUAS HULU, insidepontianak.com - Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan memebrikan apriesasi masyarakat Dayak Iban menyelenggarakan Gawai Dayak Sandau Ari di Dusun Pesayak, Desa Semuntik, Kecamatan Badau, Jumat (10/06/2022) sore.

Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan mengatakan Gawai Dayak Sandau Ari, selain bagian dari prosesi sakral, pagelaran ini juga sebagai aset budaya yang bisa dikembangkan menjadi potensi wisata di daerah.

Dan yang paling utama pesan yang disampaikan dari Gawai Dayak Sandau Ari, kata Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, adalah mengajak agar masyarakat memperkuat harmonisasi antar suku di Bumi Uncak Kapuas.

Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan mengatakan gawai Dayak ini dilakukan seluruh sub suku di Kapuas Hulu. Ini merupakan wujud syukur dan berdoa agar kedepan dapat hasil berlimpah.

"Gawai Dayak Sandau Ari ini ada prosesi yang sakral. Ini aset budaya yang bisa jadi potensi wisata," kata Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan.

Baca Juga: Gawai Dayak Nosu Minu Podi 2022 Digelar Juli di Sanggau

Pada acara Gawai Dayak Sandau Ari, Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menyebutkan beragam suku dan etnis di Kapuas Hulu hadir meramaikan dan mensukseskan acara ini. Itu menandakan adanya keberagaman dan hubungan yang harmonis masyarakat Kapuas Hulu, selama ini terjain dengan baik.

Disela gawai Dayak Sandau Ari, Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menerima aduan masyarakat akan sulitnya mendapat air bersih. Untuk itu, ia menegaskan melalui dinas teknis, pihaknya akan berupaya mencari solusi untuk permasalahan itu.

"Masalah air bersih akan jadi catatan karena seperti disampaikan masyarakat, sungai yang ada tidak bisa dimanfaatkan lagi. Namun nanti perlu dicari bersama, sumber air lainnya seperti sungai lain, sumur bor atau lainnya yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Camat Badau, Sargito, Gawai Dayak Sandau Ari adalah gawai dari suku Dayak Iban. Gawai ini sebagai ajang silaturahmi dalam rangka masyarakat lebih kompak dan menjunjung kebersamaan.

Halaman:

Editor: Agus Wahyuni

Sumber: Insidepontianak.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

13.335 Warga Terdampak Banjir di Kapuas Hulu

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 18:02 WIB
X