• Jumat, 12 Agustus 2022

KPAD Dampingi Seorang Anak Korban Pencabulan di Kayong Utara

- Kamis, 9 Juni 2022 | 11:55 WIB
Ilustrasi anak korban pencabulan (antara)
Ilustrasi anak korban pencabulan (antara)

KAYONG UTARA, insidepontianak.com - Komisi Perlindungan Anak Daerah atau KPAD Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat melakukan pendampingan terhadap seorang anak korban pencabulan seorang pria berusia 40 tahun.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah Kabupaten Kayong Utara, Warjan mengatakan, untuk kasus seorang anak korban pencabulan masih dalam penanganan pihak Polres Kayong Utara.

Adapun peran Komisi Perlindungan Anak Daerah Kabupaten Kayong Utara adalah melakukan pendampingan terhadap seorang anak korban pencabulan maupun saksi selama kasus tersebut dalam masih ditangani pihak kepolisian.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah Kabupaten Kayong Utara, Warjan menjelaskan, pendampingan seorang anak korban pencabulan tersebut dilakukan baik kepada korban dan saksi mulai dari proses pemeriksaan, hingga proses pemulihan di lingkungan masyarakat, hingga persidangan.

"Kami KPAD Kabupaten Kayong Utara sebagai lembaga non-pemerintahan yang independen selalu mengutamakan hak-hak anak. Kami telah melakukan pendampingan kepada korban, dan saksi anak dari proses pemeriksaan, visum, persidangan, hingga pemulihan di lingkungan masyarakat," ujarnya.

Baca Juga: Warga China Protes, Buku Teks Sekolah Dasar Memuat Pesan Cabul untuk Anak-anak

Ia pun menyayangkan, masih tingginya kasus pencabulan di Kayong Utara tersebut, bahkan menurut dia kasus seperti ini tidak jarang pelakunya merupakan orang terdekat korban.

"Kami menyayangkan kasus seperti ini terjadi lagi kepada anak. Untuk ke depannya kami akan lebih gencar lagi melakukan sosialisasi ke desa-desa dan ke sekolah agar masalah seperti ini tidak terulang kembali," katanya.

Adapun kronologi kejadian pencabulan itu, korban saat itu sedang mancing tidak jauh dari permukiman warga bersama rekan-rekannya. Pelaku datang ke lokasi menemui korban dan teman-temannya, lalu meminta kepada teman korban agar pergi membeli mata pancing dan umpan.

"Setelah teman-teman korban pergi, pelaku pun langsung melakukan aksi bejatnya itu," katanya.

Halaman:

Editor: Agus Wahyuni

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X