• Minggu, 26 Juni 2022

Petani Sawit Ngeluh Harga TBS di Bawah Standar, DPRD Kalbar Agendakan Panggil Perusahaan

- Senin, 30 Mei 2022 | 15:09 WIB
Ilustrasi buah sawit (Arvian Cahya Wiranata)
Ilustrasi buah sawit (Arvian Cahya Wiranata)

PONTIANAK, insidepontianak.com - DPRD Kalbar, berencana memanggil sejumlah perusahaan sawit nakal di Kalimantan Barat.

Ini dilakukan karena laporan petani sawit yang mengeluh atas praktik perusahaan yang masih membeli harga tandan buah segar (TBS) di bawah harga standar.

Baca Juga: Bentrok Warga dan Brimob Ketapang, Kades Segar Wangi Sebut soal Sawit Jadi Pemicu

Padahal, Presiden Joko Widodo sudah mencabut larangan ekspor CPO dan Gubernur Kalbar Sutarmidji telah mengeluarkan edaran harga terbaru TBS dengan harga Rp3.628 rupiah perkilogram.

"Jika dari pemantauan Komisi II, perusahaan sawit masih membeli di bawah harga standar, maka kita akan panggil perusahan sawit," kata Ketua Komisi II DPRD Kalbar, Affandie, Senin (30/5/2022).

Baca Juga: Aturan Baru Pencatatan Sipil Kependudukan 2022, Nama Tak Boleh Hanya Satu Kata

Menurut Affandie, pada 23 Mei 2022, Presiden Joko Widodo sudah mengeluarkan instruksi mencabut larangan ekspor CPO dari Indonesia.

Sebab, Menteri Keuangan Sri Mulyani  enyebut devisa negara dirugikan hingga sebesar 32 triliun akibat larangan ekspor CPO.

"Akhirnya kebijakan ini dikoreksi," kata dia.

Halaman:

Editor: Abdul Halikurrahman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pontianak Fokus Pengentasan Kawasan Kumuh

Kamis, 23 Juni 2022 | 09:11 WIB
X