• Senin, 27 Juni 2022

Tokoh Pemekaran Belum Lihat Kemajuan Kayong Utara, Air Bersih Saja Belum Tertangani

- Kamis, 26 Mei 2022 | 17:26 WIB
Abdul Rani, salah satu tokoh penggagas pemekaran Kabupaten Kayong Utara (Insidepontianak.com/Muhammad Fauzi)
Abdul Rani, salah satu tokoh penggagas pemekaran Kabupaten Kayong Utara (Insidepontianak.com/Muhammad Fauzi)

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Salah satu tokoh pemekaran Kabupaten Kayong Utara, Abdul Rani menilai, sampai saat ini Kabupaten Kayong Utara belum menunjukkan kemajuan pembangunan yang signifikan.

Padahal, menurutnya, semangat pemekaran Kabupaten Kayong Utara pada 2007, yaitu untuk melakukan percepatan pembangunan.

Namun, sudah dua kepala daerah menjabat, semangat percepatan pembangunan itu belum juga nampak.

Baca Juga: Curi 9 Kotak Keramik dan Gerinda, Dua Kawanan Maling di Pontianak Diancam 5 Tahun Penjara

Bahkan, persoalan krisis air bersih saja belum mampu ditangani. Padahal, air bersih menjadi kebutuhan dasar masyarakat yang mesti jadi prioritas diselesaikan. Dan, sudah sejak dulu dikeluhkan. Bahkan sebelum Kayong Utara terbentuk.

Belum lagi bicara masalah pemenuhan infrastruktur lainnya. Masih jauh dari yang diharapkan. Jalan masih banyak yang rusak. Wilayah kepulauan bahkan masih banyak belum tersentuh listrik negara.

Abdul Rani menilai, perlambatan pembangunan di Kabupaten Kayong Utara, tak lepas dari situasi politik yang tak kondusif. Akhirnya membuat sekat-sekat.

Baca Juga: Gubernur Sutarmidji Tunggu Instruksi Mendagri Terkait Pengusulan Pj Wali Kota Singkawang

Dampaknya, perencanaan pembangunan jadi tak merata. Karena intervensi kepentingan elite. Untuk kepentingan politik.

"Sudah 15 tahun Kayong Utara ini terbentuk. Tapi pembangunan terkesan jalan di tempat," kata Abdul Rani, Selasa (24/5/2022).

Halaman:

Editor: Abdul Halikurrahman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X