• Rabu, 29 Juni 2022

Buka Rembuk Stunting Kayong Utara, Wakil Bupati Tegaskan Pentingnya Ketahanan Pangan dan Gizi

- Selasa, 24 Mei 2022 | 20:53 WIB
Wakil Bupati Kayong Utara, Effendi Ahmad membuka kegiatan Rembuk stunting. Mengingatkan pentingnya menjaga ketahanan pangan dan gizi keluarga mencegah gangguan pertumbuhan fisik pada anak. (Muhammad Fauzi)
Wakil Bupati Kayong Utara, Effendi Ahmad membuka kegiatan Rembuk stunting. Mengingatkan pentingnya menjaga ketahanan pangan dan gizi keluarga mencegah gangguan pertumbuhan fisik pada anak. (Muhammad Fauzi)

KAYONG UTARA, insidepontianak.com - Wakil Bupati Kayong Utara, Effendi Ahmad membuka kegiatan Rembuk stunting. Mengingatkan pentingnya ketahanan pangan dan gizi pada anak.

Kayong Utara menjadi salah satu kabupaten prioritas penanganan stunting di Indonesia. Salah satu pencegahan stunting dengan menjaga ketahanan pangan dan gizi keluarga.

Effendi Ahmad yang juga Ketua Pelaksana Tim Percepatan Penurunan stunting (TPPS) Kayong Utara meminta seluruh elemen bersinergi. Menjaga terpenuhinya ketahanan pangan dan gizi.   

Kegiatan Rembuk Stunting diadakan di Mahkota Hotel, Sukadana, Selasa (24/5/2022). Dalam arahannya, Effendi Ahmad menyampaikan persoalan stunting telah menjadi agenda nasional.

"Secara Nasional target penurunan stunting di tahun 2024 sebesar 14 persen. Prevalensi stunting di Kabupaten Kayong Utara sebesar 15,65 persen di tahun 2022," kata Effendi Ahmad.

Dia menegaskan, pentingnya menerapkan strategi khusus dalam pencegahan stunting di Kayong Utara.

Pertama komitmen dan visi kepemimpinan dalam penurunan angka stunting. Kedua kampanye nasional dan komunikasi perubahan perilaku.

Ketiga konvergensi, koordinasi dan konsolidasi program pusat, daerah dan desa. Ke empat ketahanan pangan dan gizi, serta kelima pemantauan dan evaluasi.

"Partisipasi pemerintah desa sangat penting dalam penurunan angka stunting. Sesuai peran pemerintah desa berdasarkan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014, desa perlu menyusun program atau kegiatan yang relevan dengan pencegahan Stunting," kata Effendi Ahmad.

Dalam intervensi penurunan stunting, diakui Effendi Ahmad diperlukannya sinergi antara sektor kesehatan maupun non-kesehatan.

"Pelaksanaan strategi tersebut dilakukan aksi konvergensi percepatan stunting. Aksi ketiga yaitu Rembuk Stunting," ujarnya.

Dengan dilaksanakannya Rembuk Stunting, Effendi Ahmad berharap komunikasi antara kader kesehatan, PAUD, masyarakat desa dan pemerintah desa berjalan dengan baik.

 

Editor: Haksoro

Tags

Terkini

X