• Selasa, 28 Juni 2022

DPRD Kayong Utara Dukung Atasi Kriris Air Bersih, Siap Serahkan Pokir Rp40 Miliar

- Selasa, 24 Mei 2022 | 19:36 WIB
abdul samad
abdul samad

KAYONG UTARA, insidepontianak.com -Wakil Ketua DPRD Kayong Utara, Abdul Samad mendukung penyelesaian krisis air bersih.

Menurut Abdul Samad, dia orang yang pertama bersuara soal penuntasan krisis air bersih di Kayong Utara. Dia membantah anggota DPRD Kayong Utara tidak memperjuangkan aspirasi warga menuntut tersedianya air bersih.

Sebagai anggota DPRD, dia menilai banyak perda yang disahkan pemerintah daerah Kayong Utara, namun tidak semuanya berjalan baik. Salah satunya perda PDAM yang menjadi jalan keluar krisis air bersih.

Kata Abdul Samad, persoalan air bersih bukan hanya dirasakan masyarakat biasa. Dia sebagai warga Kecamatan Simpang Hilir juga merasakan sulitnya hidup di daerah krisis air bersih.

"PDAM ini sedang dalam proses, banyak aturannya. DPRD sudah mendorong dan sudah banyak perundang-undangan daerah yang disahkan, namun perda yang disahkan DPRD mandul, karena tidak ada sosialisasinya," kata Abdul Samad, Selasa (24/5/2022).

Abdul Samad mengaku mendukung penuh masyarakat memperjuangkan pengadaan air bersih di Kayong Utara.

"Terkait persoalan air bersih, insfrastruktur dan lain-lain, saya sudah mekek-mekek (teriak) terkait persoalan air bersih. Saya mendukung penuh. Mendorong gerakan masyarakat air bersih ini, karena air bersih ini kebutuhan," ujar Abdul Samad.

Pada audensi warga dengan anggota Dewan ditampilkan cuplikan kampanye Bupati Citra Duani dan Wakil Bupati Kayong Utara, Effendi Ahmad.

Dalam cuplikan itu Bupati dan Wakil Bupati menyampaikan visi misi menuntaskan persoalan air bersih di Kabupaten Kayong Utara. Tapi faktanya, hingga sampai saat ini air bersih masih menjadi PR Bupati dan Wakil Bupati terpilih.

"Kalau mau jadi pemimpin jangan banyak berjanjilah. Malu saya melihat video itu (cuplikan kampanye paslon Bupati dan Wakil Bupati). Ini sudah tahun akhir, tahun 2023. Kalau bicara tahun 2023 gampang dolok, karena belum dibahas, dapat persetujuan (pengesahan APBD) tidak dari DPRD. Jadi kalau bicara jangan asal nyenangkan orang," kata Samad.

Menurut Abdul Samad, dia siap menyerahkan pokok pikiran (pokir) DPRD untuk mempercepat penyelesaian air bersih di Kayong Utara.

Tapi yang lebih penting ada pembenahan sistem kerja dan perencanaan. Sehingga anggaran yang dikucurkan tidak mubajir.

Kata Abdul Samad selama ini banyak pekerjaan proyek yang menggunakan uang negara tapi tidak memberikan banyak manfaat.
 
"Kalau bicara air bersih, kami sudah ngalah kemarin. Yulisman ngomong, bila perlu pokok pikiran Dewan tidak ada tapi difokuskan air bersih Rp40 miliar. Tapi apa ada? Nol barang itu. Kedua saya sampaikan kepada sekda, kalau pakai sistem pembangunan seperti ini, tidak diubah mind set-nya, tidak akan terlaksana dengan baik."

Halaman:

Editor: Haksoro

Terkini

X