• Selasa, 28 Juni 2022

Angka Kecelakaan Cukup Tinggi di Parindu, DPRD Sanggau Minta Tambah Anggota Lantas

- Selasa, 24 Mei 2022 | 17:39 WIB
Suasana kepadatan di simpang pasar senggol Kecamatan Parindu di pagi hari, Selasa (24/5/2022).
Suasana kepadatan di simpang pasar senggol Kecamatan Parindu di pagi hari, Selasa (24/5/2022).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Anggota DPRD Sanggau, Supardi meminta Polres Sanggau untuk menambah anggota Polantas di wilayah hukum Polsek Parindu. Mengingat di wilayah tersebut angka kecelakaan masih cukup tinggi.

“Kita meminta kepada Polres Sanggau dapatlah kiranya memberikan tenaga lantas walaupun sifatnya BKO, atau apalah namanya, karena pada Kamis dan Jumat kemarin itu terjadi tiga laka lantas di sana,” kata Supardi, Selasa (24/5/2022).

Dengan adanya tambahan tenaga Lantas, Kata Supardi, paling tidak dua orang. Jika terjadi pelanggaran atau kecelakaan dapat segera diatasi dan diminimalisir.

Baca Juga: Polri Ungkap Penyalahgunaan Puluhan Ton Solar di Pati

“Entah piket pagi waktu anak-anak sekolah mengatur lalu-lintas, kita meminimalisir kejadian kecelakaan ini. Sebaiknya kita mohon pihak Polres untuk membagi tenaga itu. Sangat rawan, kita lihat angka kecelakaan di Kecamatan Parindu cukup tinggi dan seperti kemarin ada mobil tabrakan dan mobil bawa jeruk cukup parah," terang Supardi.

Supardi menyebut, jika didirikan pos lantas di daerah padat di Kecamatan Parindu, hal tersebut lebih baik. Kalaupun tidak, cukup ditambah anggota Lantas untuk melakukan patroli di jam-jam sibuk.

“Misalnya di pasar itu pernah ada Pos Dinas Perhubungan, kalau memang ada lebih baik. Tapi kan dari pada Pos, mungkin di BKO kan saja bisa. Khusus jam-jam sibuk. Masyarakat pasti melihat kalau ada kehadiran polisi, terutama Lantas di situ. Suasana pasti lain. Karena kalau kita lihat, terutama di Simpang Senggol dan Simpang Meliau kalau pagi itu padat sekali,” ungkap Supardi.

Supardi menambahkan, saat ini geliat kendaraan dan ekonomi sudah mulai cukup padat. Ditambah lagi kegiatan belajar-mengajar yang sudah mulai normal. Umumnya, para siswa rata-rata mengendarai kendaraan sendiri ke sekolah.

Baca Juga: Yuliansyah Sebut Pergantian Suriansyah dari Pimpinan DPRD Kalbar Hanya untuk Penyegaran

“Banyak yang jualan di sana, baik sayur maupun makanan sudah di pinggir jalan. Terutama di simpang senggol, Ini sangat rawan. Ditambah lagi sekarang sekolah sudah mulai normal. Bayangkan saja untuk SMPN 01 saja siswanya 500 lebih dan rata-rata punya kendaraan bermotor. Belum lagi SMK yang berdampingan,” beber Supardi.

Halaman:

Editor: Wati Susilawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X