• Rabu, 29 Juni 2022

Masyarakat Pontianak Diminta Manfaatkan Pangan Lokal untuk Olahan Gizi Balita

- Senin, 23 Mei 2022 | 15:23 WIB
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Pontianak, Multi Juto Bhatarendro
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Pontianak, Multi Juto Bhatarendro


PONTIANAK, insidepontianak.com – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Pontianak, Multi Juto Bhatarendro meminta warga memanfaatkan pangan lokal untuk bisa jadi makanan sehat.

“Salah satu pendekatan yang bisa dilakukan untuk percepatan penurunan stunting dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar. Meskipun menurutnya memang masih banyak faktor lain yang juga bisa mempercepat penurunan stunting,” kata Multi Juto Bhatarendro, belum lama ini.

Memanfaatkan pangan lokal yang ada sekitar, seperti di Kelurahan Pal Lima, Kecamatan Pontianak Barat yang memanfaatkan daun kelor untuk olahan balita mereka.

Baca Juga: Melihat Potensi Luar Biasa Danau Sebedang, Tak Kurang 3 Ribu Wisatawan Berkunjung Setiap Akhir Pekan

"Intinya, bagimana balita mendapat asupan gizi bagi ibu hamil dan bayi," ucap Multi Juto Bhatarendro.

Nah, daun kelor dikelola untuk dijadikan pangan lokal lalu pihak Kelurahan Pal Lima Kecamatan mendistribusikan kepada masyarakat. Hasilnya, angka stunting secara drastis turun hingga 50 persen dalam kurun waktu satu tahun di kelurahan itu.

Multi Juto Bhatarendro menuturkan pada 2020 angka stunting Kelurahan Pal Lima tercatat sebesar 14 persen. Kemudian pada 2021 stunting di wilayah kelurahan itu berhasil ditekan menjadi hanya tujuh persen.

Kelurahan Pal Lima kata Multi Juto Bhatarendro mempunyai inovasi untuk menurunkan stunting lewat pengolahan daun kelor. Panganan daun kelor tersebut diolah menjadi bahan makanan untuk diberikan kepada anak-anak.

Menurut Multi Juto Bhatarendro daun kelor mempunyai kandungan mineral dan vitamin. Bahkan, Multi bilang, kalium yang ada pada daun kelor tujuh kali lipat lebih tinggi dibandingkan buah pisang. Oleh sebab itu, inovasi yang dilakukan Kelurahan Pal Lima dinilainya tepat dalam rangka menurunkan angka stunting. Apalagi daun kelor mudah didapat dan ditanam oleh masyarakat.

Baca Juga: Anggota DPR RI Dorong Indonesia Mandiri Hadapi Adenovirus

Halaman:

Editor: Wati Susilawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pontianak Fokus Pengentasan Kawasan Kumuh

Kamis, 23 Juni 2022 | 09:11 WIB
X