• Senin, 27 Juni 2022

In Memoriam, Viryan Azis Meninggal Dunia Saat Tugas Telah Purna

- Minggu, 22 Mei 2022 | 14:25 WIB
Peti jenazah Viryan Azis dipikul teman-temannya saat tiba di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Sabtu (21/5) sore (ANTARA/Nurul Hayat)
Peti jenazah Viryan Azis dipikul teman-temannya saat tiba di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Sabtu (21/5) sore (ANTARA/Nurul Hayat)

 

PONTIANAK, insidepontianak.com - Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Takdir Tuhan tak bisa ditolak dan pasti akan dialami semua makhluk. Begitu pula bagi jiwa seorang Viryan bin Abdul Azis yang berpulang pada Sabtu (21/5) dini hari, saat tugas sebagai anggota KPU RI periode 2017-2022, telah selesai.

Kabar mengenai meninggalnya sosok salah satu putra terbaik Kalimantan Barat (Kalbar), Viryan Azis, mengejutkan banyak pihak di daerah ini. Pada mulanya hanya sahabat dekat dan jajaran komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mengetahui, apa yang sedang dialami Viryan Azis beberapa saat menjelang kepergiannya itu.

Namun kabar tersebut segera menyebar luas pada subuh. Selepas orang lelap dari tidur malam dan bersiap untuk aktivitas akhir pekan. Pesan singkat melalui grup WhatsApp, kemudian ucapan duka dan ungkapan rasa kehilangan atas diri seorang Viryan Azis, dan bermunculan di media sosial baik instagram maupun facebook.

Baca Juga: Viryan Aziz: Sepenggal Kisah Penjaga Demokrasi yang Abadi

Viryan Azis meninggal dalam perawatan di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta, Sabtu (21/5) sekitar pukul 01.40 WIB. Ajal telah menjemputnya.

Sebelum berpulang, sejumlah teman menyebut Viryan tengah menyiapkan buku karyanya sendiri. Bahkan beberapa buku telah diterbitkan. Buku-buku itu di antaranya berjudul "Asal Usul Manajemen Pemilu Indonesia" dan "Barca, Data dan Secangkir Kopi". Viryan dikenal koleganya sebagai penyuka minuman kopi.

Dari facebook pribadinya pada 19 April lalu, Viryan Azis menulis mengenai ungkapan syukurnya setelah berhasil menuntaskan nazar sejak tahun 2017. Tahun pertamanya bertugas sebagai anggota KPU RI. Penulisan buku itu adalah keinginan untuk membentang jejak pemilu Indonesia ke akarnya. Maka lahirlah buku "Asal Usul Manajemen Pemilu Indonesia".

Masih dia juga menyatakan bahwa buku itu 100 persen ditulisnya sendiri berbasis penggalian sekitar tiga tahun. Kata dia, "Ada beberapa teman baik yang pandai menulis ingin membantu, namun saya memaksa diri menulis sendiri. Ini bagian keluar dari zona nyaman."

Dia bersyukur buku itu juga sudah dibedah di kanal youtube: viryangopi oleh orang-orang yang sangat dihormatinya dan ahli di bidangnya. Ada Profesor Anhar Gonggong, Profesor Valina Singka Subekti, Hasyim Asy'ari, dan Kevin Evans. Dan moderatornya Uslimin, yang telah dengan sabar mengedit buku tersebut.

Halaman:

Editor: Muhlis Suhaeri

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pontianak Fokus Pengentasan Kawasan Kumuh

Kamis, 23 Juni 2022 | 09:11 WIB
X