• Selasa, 28 Juni 2022

Viryan Aziz: Sepenggal Kisah Penjaga Demokrasi yang Abadi

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 14:28 WIB
Viryan Aziz (Insidepontianak.com/Ist)
Viryan Aziz (Insidepontianak.com/Ist)

Puncak pengabdian Viryan Aziz sebagai penjaga demokrasi diuji pada Pemilu 2019. Pemilu yang penuh dinamika politik identitas.

KPU pimpinan Arief Budiman dikritik habis habisan. Terutama dari pendukung Prabowo-Sandi. Viryan Aziz menjabat sebagai Komisioner yang mengetuai Divisi Data dan Informasi.

Data ganda pada Pemilu 2019 sempat mencuat. Mendapat sorotan banyak pihak. Menjadi isu liar yang dimainkan kubu petahana, Jokowi-Ma'ruf Amin saat itu.

Viryan Aziz pun wara wiri diundang televisi. Memberikan penjelasan mewakili KPU. Tak jarang, ia dihadap-hadapkan dengan para pengkritik. Termasuk Roky Gerung. Pengkritik abadi pemerintah saat ini.

Viryan Aziz beberapa kali tampil di acara TV populer: Indonesia Lawyers Club TV-ONE. Yang dipandu Karni Ilyas. Beradu argument. Pertaruhkan integritas. Mengklarifikasi soal polemik data ganda yang dituduhkan.

Akhirnya, polemik data ganda, dapat diselesaikan. Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 diketuk palu. Tak usai dirundung data ganda, KPU juga dihantam lagi dengan masalah penggunaan kotak suara kardus. Yang dianggap rawan dicurangi. Dianggap kebijakan yang “disusupkan petahana”.

Baca Juga: Jenazah Viryan Aziz Tiba Siang Ini di Kota Pontianak, Lalu Disemayamkan di Pendopo Gubernur Kalbar

Puncaknya, pada hari pemungutan suara. Sistem perhitungan suara yang dilakukan secara maraton membuat petugas KPPS kelelahan. Akibatnya, sebanyak 894 petugas KPPS gugur, dilansir dari Kompas.com.

Viryan Aziz pun beberapa kali harus mewakili KPU menjelaskan persoalan ini di media massa. Pasca-penghitungan suara, KPU didemo lagi berjilid-jilid oleh kubu Prabowo-Sandi yang kalah.

Halaman:

Editor: Abdul Halikurrahman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X