• Minggu, 26 Juni 2022

Disbunak Kalbar Optimis Kebijakan Cabut Larangan Ekspor Jadi Momentum Pulihkan Tata Niaga TBS

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 11:29 WIB
Kebun sawit di Kalbar ( (ANTARA/Dedi))
Kebun sawit di Kalbar ( (ANTARA/Dedi))

PONTIANAK, insidepontianak.com - Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan atau Disbunak Provinsi Kalbar, M. Munsif menilai dengan adanya kebijakan dari Presiden Joko Widodo, cabut larangan ekspor minyak sawit atau CPO akan memulihkan kembali geliat industri ini.

Disbunak Kalbar dan seluruh pekebun sawit serta para pelaku industri kelapa sawit tentu berharap pernyataan Presiden meskipun tidak secara lugas menyebut CPO dan turunannya dikandung maksud seperti harapan semua pihak yakni pencabutan larangan sebagaimana substansi Permendag 22 tahun 2022.

Karena, bagi Disbunak Kalbar, pencabutan larangan ekspor ini harus jadi momentum untuk menata lagi hubungan kemitraan kelembagaan pekebun dengan PKS dalam penerapan tata niaga TBS sawit.

Artinya, dengan kebijakan pencabutan larangan ekspor CPO dan turunannya tersebut perdagangan CPO domestik dan pasar ekspor akan bergerak lagi dan penjualan Tanda Buah Segara atau TBS sawit ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) untuk diolah menjadi CPO akan bergerak normal kembali.

Baca Juga: Ketua GAPKI Kalbar Purwati Munawir, Sambut Baik Dicabutnya Larangan Ekspor CPO oleh Presiden Jokowi

“PKS juga dilarang menerapkan harga pembelian TBS sawit secara sepihak dengan apapun. Pasal 71 UU No 39/2018 mengamanahkan bahwa harga komoditas perkebunan tertentu untuk sawit ditetapkan pemerintah yang dalam hal ini Menteri Pertanian. Jadi PKS tidak punya dasar hukum bila menerapkan harga TBS asal pekebun mandiri secara sepihak katakan lah dengan alas an mekanisme pasar,” papar dia.

Selanjutnya melalui Permentan 01/2018 Mentan mendelegasikan kewenangan khusus dalam penetapan harga TBS kelapa sawit kepada Gubernur termasuk pengawasan penerapannya.
“Pelanggaran oleh PKS yang tidak menerapkan harga pembelian TBS sawit yang ditetapkan oleh Gubernur melalui penetapan Tim Penetapan Harga TBS bisa beresiko diberikannya sanksi peringatan 1,2 hingga pencabutan izin usahanya oleh Gubernur,” kata dia.

Dalam rapat penetapan harga TBS di Disbunak Kalbar 17 Mei 2022 telah memutuskan patokan harga TBS yang wajib dipedomani dan menjadi acuan setiap PKS atas TBS yang mereka beli dari para pekebun sawit di Kalbar. Harga TBS sawit tertinggi Rp3.628,78/kg umur 10 - 20 tahun. Sedangkan harga terendah sebesar Rp2.710,35/kg sawit umur 3 tahun.

Baca Juga: Ketua Umum GAPKI Apresiasi Presiden Jokowi Buka Kran Ekspor Minyak Sawit Lagi

Editor: Agus Wahyuni

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Kementan Luncurkan Vaksinasi PMK di Kubu Raya

Sabtu, 25 Juni 2022 | 18:00 WIB
X