• Senin, 27 Juni 2022

Apdesi Kapuas Hulu Ingatkan Jaga Situasi Aman Selama Pilkades Serempak 2022

- Jumat, 20 Mei 2022 | 20:42 WIB
Ketua Apdesi Kabupaten Kapuas Hulu, Yusuf Basuki meminta peserta pilkades serempak 2022 menjaga situasi kondusif. Menghindari politik uang dan saling hujat agar tidak terjadi konflik antar masyarakat. (Sigit A )
Ketua Apdesi Kabupaten Kapuas Hulu, Yusuf Basuki meminta peserta pilkades serempak 2022 menjaga situasi kondusif. Menghindari politik uang dan saling hujat agar tidak terjadi konflik antar masyarakat. (Sigit A )

KAPUAS HULU, insidepontianak.com - Asosiasi Perangkat Desa se-Indonesia (Apdesi) meminta pendukung dan calon peserta pemilihan kepala desa -pilkades serempak 2022 di Kapuas Hulu menjaga situasi kondusif.

Ketua Apdesi Kapuas Hulu, Yusuf Basuki mengatakan, peserta pilkades serempak 2022 memiliki tanggung jawab menjaga pelaksanaan kegiatan berjalan lancar. 

Apdesi Kapuas Hulu mengimbau para peserta pilkades serempak 2022 menghindari ujaran kebencian dan saling caci baik secara langsung maupun melalui media sosial. 

Yusuf Basuki meminta para peserta pilkades tidak membuat gaduh suasana yang sekiranya dapat menghambat jalannya pemilihan serentak.

Selama ini yang terjadi pemilihan kepala desa sering menjadi sumber konflik yang memicu keributan antar warga.

Salah sikap bisa membuat kericuhan antara pendukung satu dan pendukung lainnya. Yusuf Basuki meminta para peserta bertanggungjawab untuk memastikan pelaksanaan pilkades serentak 2022 berjalan lancar.

"Saya mengimbau kepada bakal calon kades, baik incumben maupun calon pemula agar  berkompetisi sesuai aturan," kata Yusuf, Jumat (20/5/2022).

Basuki mengingatkan, agar para calon baru kades tidak melakukan kecurangan dengan melakukan politik uang.

"Selain itu saya juga minta para tim dan bakal calon kades  jangan saling menghujat. Sebab bisa berdampak tidak baik dalam pelaksanaan pilkades 2022."

Bakal calon kades yang maju dan berkompetisi hendaknya mengetahui bahwa dalam pelaksanaan pilkades harus mengedepankan asas langsung, bebas, umum, dan rahasia.

"Artinya tidak ada pemilih yang dipaksa atau ada intervensi dari pihak lain. Masyarakat harus memilih sesuai hati nurani," katanya.

Basuki juga menjelaskan, jika ada pelanggaran yang dilakukan dalam pilkades handaknya diselesaikan ditingkat panitia. Jika tidak menemui jalan keluar, bisa menempuh penyelesaian melalui pihak berwajib.

"Kalau terbukti salah satu peserta melakukan pelanggaran dalam proses pilkades, pelantikkan kades terpilih bisa dibatalkan dan dilakukan pemilihan ulang."


Editor: Haksoro

Tags

Terkini

X