• Sabtu, 25 Juni 2022

Waspada, Surat Edaran Palsu Terkait Kelayakan Penerima Program Santunan Donasi Beradar di Kota Pontianak

- Jumat, 20 Mei 2022 | 17:44 WIB
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Urai Abubakar,  (Insidepontianak.com)
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Urai Abubakar, (Insidepontianak.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com - Surat ederan tentang Kelayakan Penerima Program Santunan Donasi Tahun 2022, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, yang beredar dipastikan surat edaran palsu.

Ini diungkapkan langsung Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Urai Abubakar, Jumat (20/5/2022).

Faktanya, surat edaran palsu tersebut dilebeli 'Surat Edaran Wali Kota Pontianak Nomor 470/42/UMUM/2022 tanggal 13 Mei 2022 tentang Kelayakan Penerima Program Santunan Donasi Tahun 2022'. Urai Abubakar pun sekali menegaskan bahwa SE itu surat palsu.

"Surat yang beredar luas di masyarakat itu adalah tidak benar, surat edaran palsu," tegas Urai Abubakar,

Urai Abubakar menambahkan, Wali Kota Pontianak atau Pemerintah Kota Pontianak tidak pernah mengeluarkan surat edaran tersebut. Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak mengindahkan surat edaran palsu yang beredar luas melalui media sosial itu.

"Kita minta masyarakat tidak melakukan langkah-langkah atau mengikuti arahan sebagaimana yang termuat dalam surat edaran palsu tersebut," ucap Urai Abubakar.

Urai Abubakar mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih waspada dan mengecek kebenaran surat yang mengatasnamakan pejabat atau Pemkot Pontianak kepada pihak Pemkot Pontianak atau dinas instansi terkait.

SE Palsu Wali Kota Pontianak Nomor 470/42/UMUM/2022 tanggal 13 Mei 2022 tentang Kelayakan Penerima Program Santunan Donasi Tahun 2022 . (Insidepontianak.com)
"Sehingga apabila ada oknum yang mencoba melakukan penipuan dapat segera dicegah," ungkap Urai Abubakar.

Dalam surat edaran palsu yang ditujukan kepada kepala/pengelola/pengurus yayasan dan lembaga, diminta untuk melengkapi biodata yang akan ditentukan oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pontianak Aswin Djafar. Sedangkan Kepala Dinsos Kota Pontianak yang sekarang adalah Darmanelly. Urai memastikan surat tersebut sengaja dibuat oleh oknum yang hendak melakukan penipuan.

"Masyarakat harus terlebih dahulu mengkonfirmasikan ke Pemkot Pontianak untuk memastikan keaslian surat yang diterima," pungkas Urai Abubakar.***

Halaman:

Editor: Wati Susilawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pontianak Fokus Pengentasan Kawasan Kumuh

Kamis, 23 Juni 2022 | 09:11 WIB
X