• Minggu, 14 Agustus 2022

12 Sapi di Ketapang Suspek PMK, Distanakbun Lakukan Pemantauan

- Jumat, 20 Mei 2022 | 14:59 WIB
Ilustrasi  (Insidepontianak.com/Dok IP)
Ilustrasi (Insidepontianak.com/Dok IP)

"Setelah dicek, ternyata memang gejalanya mengarah ke PMK,” ucap Eko.

Kasus suspek PMK pada sapi, pertama ditemukan peternakan warga di Kelurahan Mulia, Kecamatan Benua Kayong. Sapi ini memang berdekatan dengan sapi yang didatangkan dari Kalteng.

Baca Juga: Antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku, Kapolres Ketapang Instruksikan Jajaran Pantau Hewan Ternak

Kasus kedua ditemukan di Desa Kinjil Pesisir. Setelah ditelusuri, ternyata kandangnya sempat dijadikan tempat menampung sapi yang didatangkan dari Kalteng itu juga.

“Sedangkan di Manis Mata dua sapi itu berasal dari Kalteng, bukan sapi asli lokal," ungkap Eko.

Eko menjelaskan kalau suspek adalah kondisi di mana ternak yang menunjukkan gejala klinis mengarah ke PMK, artinya belum dinyatakan positif.

Sebab, untuk memastikannya PMK harus melalui uji laboratorium. Hasil uji laboratorium terhadap sampel 12 sapi itu, kini masih belum keluar.

"Kita sudah ambil sample darah ternak suspek itu. Hanya sampai sekarang kita belum dapat hasil lab nya,” ucapnya.

Eko berjanji, akan menyampaikan hasil laboratorium itu jika sudah keluar. Namun, saat ini 11 ekor sapi yang dinyatakan suspek sudah membaik. Bahkan sudah kembali sehat.

“Jadi saat ini tinggal 1 ekor di Benua Kayong yang masih sakit, tapi sudah mulai membaik," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Abdul Halikurrahman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Martin Rantan Jabat Ketua Perbakin Ketapang

Minggu, 7 Agustus 2022 | 17:43 WIB
X